NARASI POSITIF.com, KALTARA – Sengkarut harga rumput laut yang terus dikeluhkan petani mendapat perhatian serius dari DPRD Provinsi Kalimantan Utara. Lembaga legislatif daerah tersebut mendesak pemerintah dan pihak terkait untuk segera membuka rute pelayaran langsung dari Tarakan menuju Parepare guna memperbaiki rantai distribusi dan meningkatkan daya tawar petani.
Selama ini, distribusi rumput laut dari Kalimantan Utara dinilai belum efisien karena harus melalui beberapa titik transit sebelum mencapai pasar utama di Sulawesi Selatan. Kondisi tersebut menyebabkan biaya logistik bertambah dan berdampak pada rendahnya harga jual di tingkat petani.
Ketua Komisi III DPRD Kaltara, Jufri Budiman, menilai pembukaan rute langsung Tarakan–Parepare akan memangkas waktu tempuh serta menekan biaya angkut. Dengan distribusi yang lebih cepat dan efisien, diharapkan harga jual rumput laut bisa lebih kompetitif dan stabil.
“Petani tidak boleh terus-menerus dirugikan oleh sistem distribusi yang panjang. Pemerintah perlu menghadirkan solusi konkret, salah satunya melalui pembukaan jalur pelayaran langsung,” ujarnya, pada Rabu (11/2/2026)
Selain memperbaiki harga di tingkat petani, rute langsung tersebut juga diyakini dapat memperluas akses pasar dan memperkuat posisi Kalimantan Utara sebagai salah satu sentra produksi rumput laut nasional. Selama ini, komoditas rumput laut menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat pesisir di sejumlah wilayah Kaltara.
DPRD Kaltara juga mendorong koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah pusat, dan operator transportasi laut untuk mengkaji aspek teknis dan keekonomian rute tersebut. Langkah ini dinilai penting agar kebijakan yang diambil tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi kesejahteraan petani.
Masyarakat berharap dorongan tersebut segera ditindaklanjuti dengan kebijakan nyata, sehingga persoalan harga rumput laut yang berlarut-larut dapat diatasi secara sistematis dan berpihak pada kepentingan publik.





