NARASI POSITIF.com, KALTARA – Warga mengeluhkan panjangnya antrean bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan roda empat yang bahkan bisa mencapai dua hari. Keluhan tersebut disampaikan masyarakat saat Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, H. Ladullah, menggelar reses penjaringan aspirasi pada masa sidang II tahun 2026.
Kegiatan reses tersebut berlangsung di Sweetness Cafe, Kelurahan Nunukan Timur, Kabupaten Nunukan, pada Selasa (17/2/2026). Dalam pertemuan itu, warga memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi sehari-hari, terutama terkait ketersediaan BBM.
H. Ladullah menyampaikan bahwa reses merupakan momentum penting bagi masyarakat untuk menyuarakan aspirasi secara langsung kepada wakil rakyat.
“Untuk pelaksanaan reses hari ini, kami mengundang masyarakat khususnya di Kelurahan Nunukan Timur. Tentunya ini hal yang sangat positif karena masyarakat bisa menyampaikan keluh kesahnya. Melalui reses ini, kami selalu berbaur bersama masyarakat Nunukan Timur,” ujarnya.
Dalam dialog tersebut, sejumlah aspirasi mencuat dari tokoh masyarakat. Salah satu yang paling disoroti adalah kelangkaan BBM yang menyebabkan antrean kendaraan mengular hingga berhari-hari.
Warga menyebut kondisi ini sangat menyulitkan, terutama bagi masyarakat yang bergantung pada kendaraan untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Ini juga menjadi PR dari hasil reses ini. Mudah-mudahan apa yang dikeluhkan masyarakat bisa kami sampaikan dan ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara,” kata H. Ladullah.
Ia menjelaskan bahwa agenda reses yang dilaksanakannya tersebar di lima titik. Sebelumnya, ia telah mengunjungi wilayah Sebatik, kemudian melaksanakan reses di Sweetness Cafe Nunukan, dan akan melanjutkan agenda serupa di beberapa lokasi lainnya, termasuk di Kantor DPD PKS Nunukan.
Menjelang bulan suci Ramadan, H. Ladullah juga mengimbau masyarakat Kabupaten Nunukan untuk terus menjaga kebersamaan serta meningkatkan kualitas ibadah.
“Kami mendorong masyarakat agar menjalankan bulan puasa dengan hati yang lebih baik dan terbuka. Ramadan adalah bulan penuh ampunan dan berkah,” tuturnya.
Ia pun berharap pelayanan dasar seperti listrik dan air bersih dapat berjalan normal selama Ramadan. Selain itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan antar umat beragama yang selama ini telah terjalin dengan baik di Kabupaten Nunukan.(Adv)





