Sebanyak 600 Warga Padati Reses dan Buka Puasa Bersama Muhammad Nasir, Aspirasi Gen Z hingga Petani Rumput Laut Menggema di Nunukan Tengah

oleh
oleh

NARASI POSITIF.com, KALTARA – Sekitar 600 warga memadati kegiatan reses titik keempat Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara Komisi II Fraksi PKS, Muhammad Nasir, yang digelar di depan kediamannya di Jalan Antasari, Kelurahan Nunukan Tengah, Kecamatan Nunukan, Jumat (20/2/2026).

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan buka puasa bersama serta tausiyah Ramadan yang berlangsung penuh kehangatan. Antusiasme masyarakat terlihat dari 500 kursi yang disiapkan panitia terisi penuh. Bahkan, sebagian warga terpaksa berdiri dan ada pula yang mengikuti kegiatan dari dalam rumah karena keterbatasan tempat.

Karena waktu yang terbatas menjelang berbuka puasa, metode penyerapan aspirasi dilakukan secara fleksibel. Selain disampaikan langsung dalam forum, warga juga menyampaikan aspirasi melalui pesan WhatsApp dan telepon setelah kegiatan berlangsung.

Dalam forum tersebut, berbagai aspirasi masyarakat mengemuka, mulai dari isu generasi muda hingga sektor ekonomi rakyat.

Kalangan generasi muda atau Gen Z menyoroti ketertinggalan teknologi dan akses internet di sejumlah sekolah di Kabupaten Nunukan. Mereka mengungkapkan masih minimnya fasilitas komputer, laboratorium, serta keterbatasan jaringan internet di desa dan wilayah pedalaman.

“Bagaimana kami bisa bersaing jika fasilitas dasar saja belum memadai?” ungkap perwakilan komunitas pelajar dalam forum tersebut.

Selain itu, masyarakat pesisir juga mengeluhkan harga rumput laut yang masih rendah dan tidak kunjung membaik dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini berdampak langsung pada pendapatan para petani rumput laut di wilayah tersebut.

Aspirasi lain yang disampaikan warga antara lain dukungan sarana dan prasarana bagi kelompok tani (Gapoktan) dan nelayan, bantuan modal dan peralatan bagi pelaku UMKM, hibah untuk rumah ibadah dan organisasi kemasyarakatan, pembangunan sarana pendidikan dan bantuan untuk panti asuhan, hingga perbaikan infrastruktur jalan permukiman dan jalan usaha tani.

Tak hanya itu, masyarakat juga meminta bantuan bibit perikanan dan peternakan guna meningkatkan ekonomi keluarga, serta program beasiswa pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Muhammad Nasir menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formal, melainkan ruang perjuangan nyata bagi kepentingan masyarakat.

“Antusiasme ratusan warga yang hadir malam ini menunjukkan bahwa masyarakat haus akan perhatian dan solusi. Semua aspirasi ini akan saya kawal dan perjuangkan secara bertahap sesuai kewenangan provinsi maupun kabupaten,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa isu teknologi pendidikan, kesejahteraan nelayan dan petani, serta penguatan UMKM menjadi bagian dari fokus kerja Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Utara.

“Kita tidak ingin generasi muda Nunukan tertinggal. Kita tidak ingin petani dan nelayan terus dirugikan dengan harga yang rendah. Kita ingin UMKM naik kelas. Ini adalah perjuangan bersama, dan saya berkomitmen mengawal aspirasi ini melalui pembahasan anggaran dan kebijakan di DPRD,” ujarnya.

Untuk aspirasi yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten, dirinya juga berkomitmen membangun komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Nunukan serta DPRD kabupaten agar dapat diperjuangkan secara sinergis.

Kegiatan reses yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama tersebut menjadi simbol bahwa politik dapat hadir dengan sentuhan kemanusiaan dan kebersamaan. Di bulan Ramadan, aspirasi rakyat disuarakan dengan harapan besar: pembangunan yang merata, berkeadilan, dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat hingga ke akar rumput.(Adv)