Dari Balik Tembok Pemasyarakatan, Lapas Nunukan Dorong Ketahanan Pangan melalui Pembinaan Pertanian

oleh
oleh

NARASI POSITIF.com, NUNUKAN — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nunukan terus berkomitmen mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan pertanian sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan. Sabtu, (26/09/2026)

Kegiatan pertanian dilaksanakan dengan melibatkan WBP dalam berbagai tahapan, mulai dari pengolahan lahan, pembibitan, penanaman, perawatan tanaman, hingga proses pemanenan. Melalui kegiatan tersebut, WBP mendapatkan pengalaman dan keterampilan praktis yang dapat menjadi bekal produktif setelah menyelesaikan masa pidana.

There is no gallery selected or the gallery was deleted.

Selain menjadi sarana pembinaan, kegiatan pertanian juga diarahkan untuk menghasilkan berbagai komoditas pangan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pangan serta meningkatkan produktivitas di lingkungan Lapas Nunukan.

Kalapas Kelas IIB Nunukan, Donny Setiawan, menyampaikan bahwa pembinaan pertanian merupakan salah satu bentuk nyata pembinaan kemandirian yang memberikan manfaat bagi WBP sekaligus mendukung program ketahanan pangan.

“Kami terus mendorong agar kegiatan pertanian tidak hanya menjadi aktivitas pembinaan, tetapi juga mampu menghasilkan produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi. Harapannya, keterampilan yang diperoleh Warga Binaan dapat terus dikembangkan dan menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujar Donny.

Melalui pembinaan pertanian yang dilakukan secara berkelanjutan, Lapas Nunukan berupaya menciptakan lingkungan pembinaan yang produktif, sekaligus menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kemandirian kepada WBP.

Hasil pertanian yang dikembangkan juga menjadi bukti bahwa proses pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada pembinaan kepribadian, tetapi turut memberikan keterampilan nyata yang dapat mendukung kehidupan WBP di masa depan.

Dengan semangat “dari Warga Binaan untuk ketahanan pangan”, Lapas Kelas IIB Nunukan terus mengembangkan potensi pertanian sebagai bagian dari pembinaan kemandirian dan kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan di wilayah perbatasan.