DSP3A Nunukan Pulangkan Dua Warga asal Sulsel, ditemukan Terlantar di Nunukan

oleh
oleh
NARASI POSITIF.com, NUNUKAN – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Nunukan melalui Bidang Rehabilitasi Sosial (Rehsos) kembali membuktikan komitmennya dalam memberikan pelayanan sosial. Kali ini, Dinsos P3A sukses melaksanakan layanan reunifikasi terhadap dua orang Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) terlantar yang berada di Kabupaten Nunukan.

Berdasarkan data yang dihimpun, kedua PPKS terlantar tersebut diketahui berasal dari Kabupaten Bone dan Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan.

Proses pemulangan ini dikawal langsung oleh tim Rehsos yang mewakili staf Dinsos P3A Kabupaten Nunukan.

There is no gallery selected or the gallery was deleted.

Keberangkatan : Tim bersama PPKS terlantar berangkat dari Pelabuhan Nunukan pada hari Sabtu, 3 Oktober 2026, menggunakan armada kapal Pelni dengan tujuan akhir Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

Durasi Perjalanan: Setelah menempuh perjalanan laut selama kurang lebih 3 hari 2 malam, tim beserta PPKS akhirnya tiba dengan selamat di pelabuhan tujuan pada hari Senin, 5 Oktober 2026.

Perjalanan Darat: Setibanya di Sulawesi Selatan, tim langsung melanjutkan perjalanan darat menuju Kabupaten Bone terlebih dahulu, sebelum akhirnya meneruskan perjalanan ke Kabupaten Bulukumba.

“Keberhasilan reunifikasi ini menegaskan fungsi utama Dinas Sosial sebagai jembatan atau perantara yang membuka jalan bagi para PPKS terlantar agar dapat kembali berkumpul bersama keluarga dan lingkungan sosial mereka” ujar, Kepala DSP3A Nunukan, Faridah Aryani, pada Kamis (8/10/2026)

Setibanya di daerah tujuan, tim Rehsos dan kedua PPKS disambut secara langsung oleh jajaran Dinas Sosial Kabupaten Bone serta Dinas Sosial Kabupaten Bulukumba. Serah terima warga berjalan dengan lancar, menandai tuntasnya proses pemulangan sekaligus dimulainya tahap reintegrasi sosial bersama keluarga di kampung halaman masing-masing.

Melalui langkah nyata ini, Dinsos P3A Kabupaten Nunukan berharap penanganan masalah sosial, khususnya bagi warga terlantar di perbatasan, dapat terus berjalan optimal berkat sinergi yang baik antarinstansi di berbagai daerah.(Adv)