Pawai dimulai dari Pelabuhan Tunon Taka dan berakhir di Ruang Terbuka Publik (RTP) Paras Perbatasan Nunukan. Menyusuri Jalan Lingkar Nunukan, Bupati Irwan dan Wabup Hermanus tampak antusias menyapa warga di sepanjang rute dengan melambaikan tangan.
Setibanya di garis finish, kedua kepala daerah tersebut langsung menuju panggung utama untuk menyaksikan berbagai pertunjukan seni, mulai dari tarian tradisional, nyanyian, hingga atraksi budaya lainnya.
Pawai tahun ini diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang suku yang mengenakan busana adat Nusantara. Para peserta tampak bersemangat menampilkan ciri khas daerah masing-masing, seperti membawa hasil pertanian, perkebunan, hingga produk peternakan, serta mengenakan atribut khas seperti sarung dan syal tradisional.
“Meski diterpa cuaca panas menyengat, antusiasme peserta dan masyarakat tidak surut. Bahkan, sejumlah peserta tetap semangat berjalan kaki tanpa mengenakan alas kaki demi menyukseskan perayaan ini” ujar H. Irwan Sabri
Sementara itu, ruas Jalan Lingkar Nunukan dipadati oleh masyarakat yang ingin menyaksikan langsung beragam atraksi yang disajikan para peserta pawai, mulai dari pertunjukan seni konvensional hingga berbagai aksi ekstrem yang menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton.(Adv)





