Anggota MPR RI Ust. Alifudin Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Nunukan

oleh
oleh

NARASI POSITIF.com, NUNUKAN – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Ust. Alifudin, SE., MM, menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Sekretariat DPD PKS Kabupaten Nunukan, Selasa (3/2/2026).

Kegiatan ini dihadiri masyarakat, kader dan pengurus partai sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman kebangsaan serta komitmen terhadap nilai-nilai dasar negara.

Dalam pemaparannya, Ust. Alifudin menjelaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan merupakan fondasi penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat dakwah dan kehidupan beragama.

“Pancasila memiliki nilai-nilai yang sejalan dengan ajaran Islam. Karena itu, kita harus mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia kemudian menjelaskan empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Menurutnya, UUD 1945 merupakan bentuk komitmen konstitusional yang harus dijaga bersama. Hal tersebut juga menjadi bagian penting dalam pendidikan politik, khususnya di lingkungan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Selain itu, ia menekankan bahwa loyalitas terhadap NKRI harus berjalan seiring dengan nilai religiusitas. Nasionalisme dan keimanan, kata dia, bukanlah dua hal yang bertentangan, melainkan saling menguatkan.

Sementara itu, dalam konteks Bhinneka Tunggal Ika, Ust. Alifudin mengajak seluruh peserta untuk terus menghargai keberagaman serta mengedepankan dakwah yang inklusif di tengah masyarakat yang majemuk.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman kebangsaan serta mendorong masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Menanggapi hal tersebut, Ir. Arpiah, S.T., M.I.Kom, menyampaikan bahwa materi yang disampaikan sangat kontekstual dengan kondisi Nunukan sebagai wilayah perbatasan.

“Apa yang disampaikan Ust. Alifudin sangat relevan bagi masyarakat Nunukan. Sebagai daerah perbatasan, Nunukan memiliki posisi yang sangat strategis sekaligus sensitif. Karena itu, penguatan pemahaman terhadap Empat Pilar MPR RI bukan sekadar penting, tetapi menjadi kebutuhan mendesak agar semangat nasionalisme masyarakat perbatasan tetap kokoh” Ujar Arpiah

“Di wilayah perbatasan, kita harus mampu menunjukkan bahwa religiusitas yang kuat justru memperkokoh nasionalisme, bukan sebaliknya. Selain itu, kita ingin masyarakat Nunukan tidak hanya kuat secara ekonomi dan sosial, tetapi juga kuat secara ideologi dan rasa kebangsaan. Empat Pilar harus hidup dalam praktik keseharian masyarakat perbatasan” Tambahnya.

Arpiah yang juga politisi PKS ini, menambahkan bahwa penguatan Empat Pilar dengan pendekatan dakwah yang sejuk dan inklusif sangat dibutuhkan untuk menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

“Sebagai beranda depan NKRI, Nunukan harus menjadi contoh bahwa nilai keislaman, komitmen kebangsaan, dan penghargaan terhadap keberagaman dapat berjalan beriringan dalam kehidupan masyarakat,” tutupnya.

Kehadiran Ibu Arpiah dalam kegiatan ini menegaskan komitmen DPRD Kabupaten Nunukan untuk terus mendukung penguatan wawasan kebangsaan, khususnya di wilayah perbatasan yang memiliki posisi strategis bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.