Arpiah Gaungkan Inklusi dalam Jalan Santai Peduli Autisme di Nunukan

oleh
oleh

NARASI POSITIF.com, NUNUKAN – Semangat kebersamaan dan kepedulian mewarnai kegiatan Jalan Santai Kampanye Kepedulian Autisme yang digelar di Alun-Alun Nunukan, Minggu (5/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri Wakil Ketua I DPRD Nunukan, Arpiah, bersama ratusan masyarakat, keluarga, serta komunitas pemerhati anak berkebutuhan khusus sebagai bentuk dukungan nyata terhadap gerakan inklusi dan kesetaraan.

There is no gallery selected or the gallery was deleted.

Ratusan peserta tampak antusias mengikuti kegiatan yang tidak sekadar olahraga bersama, tetapi juga menjadi ruang edukasi publik tentang pentingnya memahami autisme.

Arpiah menegaskan, kepedulian terhadap anak dengan autisme harus terus digaungkan dan tidak berhenti pada seremoni peringatan semata.

“Kita ingin masyarakat memahami bahwa anak-anak dengan autisme bukan untuk dikasihani, tetapi dirangkul, didukung, dan diberi kesempatan yang sama. Mereka memiliki hak yang setara untuk tumbuh, belajar, dan meraih masa depan,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan jalan santai ini merupakan simbol langkah sederhana yang sarat makna besar dalam membangun empati sosial.

“Langkah kita hari ini mungkin sederhana, tetapi ini pesan bahwa mereka tidak berjalan sendiri. Kita semua hadir untuk mereka,” katanya.

Ia juga menyoroti masih kuatnya stigma dan minimnya pemahaman masyarakat sebagai tantangan utama yang dihadapi anak dengan autisme.

“Masih ada pandangan keliru di tengah masyarakat. Karena itu, edukasi publik harus terus dilakukan agar penerimaan sosial semakin kuat,” tegasnya.

Arpiah menekankan bahwa inklusi harus diwujudkan secara nyata dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendidikan hingga lingkungan sosial.

“Kita ingin sekolah semakin ramah bagi anak berkebutuhan khusus, lingkungan bermain yang inklusif, serta masyarakat yang memberi ruang bagi mereka berkembang sesuai potensinya,” ungkapnya.

Ia turut mengapresiasi peran orang tua dan komunitas yang selama ini menjadi garda terdepan dalam mendampingi anak-anak dengan autisme.

“Perjuangan orang tua luar biasa. Mereka mendampingi anak-anak hebat ini dengan kesabaran dan cinta. Kita semua harus hadir memberi dukungan moral dan sosial,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, Arpiah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan budaya empati dalam kehidupan sehari-hari.

“Kepedulian tidak cukup dengan kata-kata. Harus ada aksi nyata, mulai dari keluarga, sekolah, hingga masyarakat luas,” pungkasnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan melibatkan lebih banyak pihak ke depan.

“Ini pengingat bahwa inklusi adalah tanggung jawab bersama. Kita ingin anak-anak dengan autisme tumbuh percaya diri, merasa diterima, dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih mimpi,” tutupnya.

Kalau mau, saya bisa buatkan versi headline lebih keras, gaya RRI, atau versi singkat untuk media sosial.