Arpiah Tekankan Penguatan Budaya Kerja Produktif dan Profesional bagi Kader PKS Nunukan

oleh
oleh

NARASI POSITIF.com, NUNUKAN – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Nunukan menggelar kegiatan upgrading atau peningkatan kapasitas serta pembekalan bagi pengurus dan anggota partai, di Sekretariat DPD PKS Nunukan, Sabtu (14/3/2026).

Kegiatan ini bertujuan menyatukan langkah, memperkokoh barisan, serta memperkuat kesiapan kader dalam menghadapi agenda politik ke depan, termasuk target kemenangan pada Pemilu 2029.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Bidang Pembinaan Keluarga (Bipeka) DPW PKS Kalimantan Utara, Ir. Arpiah, S.T., M.I.Kom, hadir sebagai pemateri dengan mengangkat tema “Budaya Kerja Produktif dan Profesional.”

Arpiah yang juga Wakik Ketua I DPRD Nunukan, ini menekankan bahwa budaya kerja produktif dan profesional harus menjadi karakter yang tertanam dalam diri setiap kader dan pengurus partai.

Menurutnya, PKS saat ini semakin diperhitungkan dalam dinamika politik nasional karena dikenal memiliki kader yang bekerja secara profesional dan terorganisasi.

“PKS hari ini menjadi partai yang diperhitungkan. Kita memiliki modal yang luar biasa karena masyarakat melihat kader PKS sebagai orang-orang yang bekerja secara profesional,” ujarnya.

Ia menjelaskan, budaya organisasi harus dibangun hingga menjadi kebiasaan yang melekat dalam diri kader. Ketika sudah menjadi budaya, maka setiap pengurus akan menjalankan tugas organisasi secara otomatis tanpa harus terus diingatkan.

Arpiah juga mengingatkan bahwa kerja dalam organisasi bukan sekadar aktivitas duniawi, tetapi juga bagian dari ibadah dan bentuk pengabdian kepada Allah.

“Menjadi pengurus organisasi adalah amanah. Kerja kita bukan hanya aktivitas, tetapi juga bentuk ibadah dan pengabdian kepada Allah,” katanya.

Dalam pemaparannya, Arpiah menyebutkan terdapat enam nilai utama budaya kerja yang harus menjadi fondasi dalam organisasi, yakni: Disiplin, Tanggung jawab, Kerja sama, Profesionalitas, Integritas dan Produktivitas. Ia menegaskan, implementasi nilai-nilai tersebut akan membantu organisasi mencapai tujuan secara efektif.

“Tanpa kerja sama, tujuan organisasi tidak akan tercapai. Ketika diberi amanah, maka harus dijalankan dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menyinggung pentingnya regenerasi dalam organisasi. Kepengurusan akan terus bergulir, sehingga setiap kader yang diberi amanah harus menjalankan tugas dengan ikhlas hingga saatnya digantikan oleh generasi berikutnya.

Arpiah menjelaskan bahwa produktivitas dalam organisasi bukan sekadar kesibukan, tetapi kemampuan menghasilkan kinerja, program, dan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, organisasi yang produktif memiliki ciri-ciri antara lain, Gerakan dakwah yang terus berjalan, Program partai terlaksana dengan baik, Pelayanan kepada masyarakat nyata dirasakan, Kader terus bertambah dan terbina.

“Produktif itu bukan hanya sibuk, tetapi menghasilkan dampak. Organisasi harus bergerak terus dan tidak ada pengurus yang berpangku tangan,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya disiplin waktu dalam menjalankan program organisasi, termasuk rapat yang tepat waktu dan pelaksanaan program sesuai jadwal.

Dengan budaya kerja yang disiplin, profesional, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat, Arpiah berharap kader PKS mampu menjalankan amanah organisasi dengan baik sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut, menghadirkan sebanyak empat pemateri yakni, Ketua Advokasi Kebijakan Politik, Relawan, saksi, pemenangan pemilu dan pilkada DPW PKS Provinsi Kaltara, Burhanuddin, S.H.I, M.M., Ketua MPW DPW PKS Kaltara, Muhammad Nasir, S.Pi, M.M., dan Sekretaris DPW PKS Provinsi Kaltara, Muh. Khoiruddin, S.H.I., serta Ketua Bipeka DPW PKS Kaltara, Ir. Arpiah, S.T., M.I.Kom.