NARASI POSITIF.com, NUNUKAN – Dewan Pakar Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kabupaten Nunukan, Arkas Vidy, menilai perempuan memiliki peran penting sebagai motivator utama dalam mendorong kemajuan suatu bangsa.
Menurutnya, keberadaan perempuan tidak hanya berperan dalam lingkup keluarga, tetapi juga memiliki kontribusi besar dalam pembangunan sosial, ekonomi, hingga politik. Ia menggambarkan peran perempuan ibarat arah dalam sebuah perjalanan pembangunan.
“Tanpa kaum perempuan, bagaikan berlayar tanpa arah. Oleh sebab itu perempuan juga diharapkan dapat berpartisipasi aktif di dunia legislatif sehingga dapat ikut serta dalam merumuskan kebijakan pemerintah,” ujar Arkas Vidy.
Ia menilai, semakin banyak perempuan yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan, maka semakin besar pula peluang terciptanya kebijakan yang lebih inklusif dan berpihak pada masyarakat luas.
Arkas Vidy yang juga menjabat sebagai Direktur Politeknik Negeri Nunukan turut memberikan apresiasi kepada lembaga legislatif DPRD Kabupaten Nunukan. Ia menyoroti bahwa unsur pimpinan DPRD Nunukan saat ini seluruhnya dijabat oleh perempuan, yakni Ketua DPRD Nunukan Hj. Leppa, Wakil Ketua I DPRD Nunukan Ir. Arpiah, ST., M.I.Kom, dan Wakil Ketua II DPRD Nunukan Hj. Andi Maryati.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bukti bahwa perempuan di Kabupaten Nunukan telah menunjukkan kapasitasnya sebagai wakil rakyat yang mampu memperjuangkan aspirasi masyarakat sekaligus berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Lebih lanjut, Arkas juga mengajak seluruh perempuan untuk bersatu tanpa memandang latar belakang partai politik. Ia menekankan pentingnya memperkuat kebersamaan dan saling mendukung dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) perempuan, khususnya dalam menghadapi tantangan di dunia politik.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) KPPI Kabupaten Nunukan, Robiyanti, mengatakan bahwa KPPI terus berupaya mendorong perempuan agar berani tampil dan mengambil peran strategis di berbagai sektor, termasuk dalam pemerintahan dan politik.
Menurutnya, saat ini isu kesetaraan gender semakin menguat dan memberikan peluang yang sama bagi perempuan dan laki-laki untuk berkarier di dunia politik. Namun, ia mengakui masih ada tantangan dalam implementasi keterwakilan perempuan di partai politik.
Meski secara regulasi telah ditetapkan kuota keterwakilan perempuan sebesar 30 persen dalam pemilihan umum dan legislatif, dalam praktiknya masih sering dianggap sebatas formalitas. Oleh karena itu, KPPI hadir untuk memperkuat kapasitas perempuan agar dapat berperan lebih nyata dalam proses politik dan pembangunan.
Melalui berbagai kegiatan dan konsolidasi organisasi, KPPI Nunukan berharap semakin banyak perempuan, termasuk yang berada di wilayah perbatasan, memiliki keberanian dan kemampuan untuk terlibat aktif dalam pembangunan daerah. Dengan demikian, peran perempuan sebagai motivator utama kemajuan bangsa dapat semakin terasa nyata di tengah masyarakat.





