DPD PKS Nunukan Bekali 80 Kader Lewat Workshop Penguatan Kompetensi Dai dan Daiyah

oleh
oleh

NUNUKAN – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Nunukan menggelar Workshop Penguatan Kompetensi Dai dan Daiyah sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) kader. Kegiatan ini berlangsung di Ballroom Hotel Fortune Nunukan, Selasa (17/2/2026), dan diikuti sekitar 80 peserta dari target 100 orang.

Ketua Bidang Kaderisasi dan Anggota Partai (BKAP) DPD PKS Nunukan, Hasmawati, S.Si, menjelaskan bahwa workshop tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Bidang Perempuan dan Keluarga DPD PKS Nunukan. Kegiatan ini difokuskan pada persiapan dan pelatihan kader yang nantinya akan menjadi pemateri pada majelis taklim binaan PKS di berbagai wilayah Nunukan.

“Pertemuan majelis taklim ini sudah dibentuk oleh PKS melalui Bidang Perempuan dan Keluarga. Peserta yang mengikuti pelatihan dipersiapkan menjadi pemateri dalam setiap pertemuan taklim, termasuk menjadi penceramah pada bulan suci Ramadan. Seluruh peserta merupakan kader PKS yang sudah direkomendasikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk memaksimalkan keberlanjutan program, ke depan akan digelar pelatihan lanjutan secara berkala di bawah Bidang Kaderisasi dan Anggota Partai.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Nunukan, Ir. Arpiah, S.T., M.I.Kom, yang hadir sebagai pemateri, mengapresiasi terselenggaranya workshop tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian penting dari upaya peningkatan kapasitas SDM anggota, khususnya dalam kemampuan komunikasi dan public speaking.

“Kemampuan berbicara di depan umum adalah keterampilan dasar yang harus dimiliki, apa pun peran kita—sebagai pengurus partai, guru, pemateri taklim, dai, maupun daiyah. Komunikasi itu sangat penting, sehingga kegiatan seperti ini luar biasa untuk memotivasi anggota agar terus belajar menjadi lebih baik,” katanya.

Arpiah juga menyoroti antusiasme peserta yang tinggi sejak awal kegiatan. Ia berharap para peserta memiliki komitmen dan semangat berkelanjutan dalam menjalankan amanah sebagai pemateri.

“Sebagian besar peserta ini nantinya akan terjun langsung sebagai pemateri taklim. Bagi yang belum terbiasa, semoga termotivasi untuk mulai menyampaikan ilmu. Bagi yang sudah berpengalaman, pelatihan ini akan menambah keahlian, terutama bagaimana menyampaikan materi agar mampu memberi pengaruh positif dan mendorong perubahan ke arah yang lebih baik,” jelasnya.

Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Arpiah juga mengajak seluruh peserta dan masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum peningkatan kualitas ibadah dan perbaikan diri.

“Semoga Ramadan menjadi momen terbaik bagi kita untuk lebih maksimal beribadah dan benar-benar membawa perubahan positif dalam diri kita, tidak hanya selama Ramadan, tetapi juga untuk tahun-tahun berikutnya,” pungkasnya.