NARASI POSITIF.com, NUNUKAN – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Nunukan mulai mempersiapkan atlet yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Utara tahun 2026 yang rencanya akan digelar di Kabupaten Malinau.
Ketua KONI Nunukan, Muhammad Yasin, mengatakan persiapan menuju Porprov Kalimantan Utara tahun 2026 menjadi pembahasan utama dalam Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) tahun 2026 sebagai langkah strategis memperkuat pembinaan atlet dan organisasi. Acara yang dihadiri oleh pengurus cabang olahraga (cabor) serta jajaran unsur pimpinan daerah ini menjadi momentum penting dalam menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) 2026 mendatang.
“Saya mengajak seluruh acabang olahraga agar segera menyiapkan atlet yang akan mewakili Kabupaten Nunukan pada ajang bergemgsi di tingkat provinsi” ujar Muhammad Yasin, pada Minggu (12/4/2026)
Ssmentara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan Drs. Raden Iwan Kurniawan, mewakili Bupati Nunukan, menyampaikan apresiasi sekaligus arahan strategis bagi kemajuan dunia olahraga di perbatasan. Pemerintah Daerah memandang Rakerkab ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan titik tolak untuk memastikan pembinaan olahraga di Nunukan berjalan secara terstruktur dan berorientasi pada prestasi.
“Rapat kerja ini kami pandang sebagai momentum untuk memperkuat arah kebijakan, memperkokoh organisasi, serta memastikan pembinaan olahraga dilakukan secara berencana dan sistematis,” ujar Raden Iwan Kurniawan saat membacakan sambutan tertulis Bupati Nunukan.
Pemerintah Daerah menekankan agar KONI mampu melahirkan kebijakan yang matang dengan berbasis pada data dan potensi daerah. Identifikasi terhadap cabang olahraga unggulan serta penjaringan bibit atlet sejak dini menjadi poin utama yang harus segera dieksekusi.
“Kita berharap adanya program strategis yang matang. Mulai dari pencarian bibit, peningkatan kualitas pelatih, hingga penyediaan fasilitas pendukung yang memadai. Atlet-atlet kita harus disiapkan bukan hanya untuk berkompetisi, tetapi benar-benar untuk mengukir prestasi,” tegasnya.
Selain aspek teknis di lapangan, Bupati melalui Sekda juga memberikan catatan serius mengenai tata kelola organisasi. KONI dan seluruh cabor di bawah naungannya diminta untuk menjunjung tinggi prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran maupun pelaksanaan program. Menurutnya, prestasi olahraga harus berjalan beriringan dengan manajemen yang sehat.
“Kepercayaan masyarakat dan pemerintah harus dijaga melalui laporan pertanggungjawaban yang sesuai ketentuan. Prestasi hebat harus lahir dari tata kelola yang juga hebat,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Nunukan mendorong adanya komunikasi dan koordinasi yang kuat antara KONI, cabor, serta sektor swasta (dunia usaha). Sinergi ini dianggap krusial guna menutupi keterbatasan, baik dari sisi pendanaan maupun pengembangan sumber daya manusia.
“Kami berharap seluruh insan olahraga dapat bergerak dalam satu visi dan satu tujuan. Mari kita hasilkan program yang konkret dan realistis agar target kita di PORPROV 2026 dapat tercapai secara maksimal,” tutup Raden Iwan Kurniawan.
Melalui Rakerkab ini, KONI Nunukan diharapkan segera mematangkan persiapan teknis dan administratif, memastikan seluruh atlet Bumi Penekindi Debaya siap berlaga dan mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi.





