Libur Hari Besar Keagamaan, Poliklinik Rawat Jalan RSUD Nunukan Tutup Sementara

oleh
oleh
NARASI POSITIF.com, NUNUKAN– Pelayanan poliklinik rawat jalan di RSUD Nunukan akan ditutup sementara mulai Jumat (3/04/2026). Penutupan ini dilakukan sehubungan dengan perayaan hari besar keagamaan yang berlangsung pada periode tersebut.

Pihak manajemen rumah sakit menyampaikan bahwa kebijakan ini diambil guna memberikan kesempatan kepada tenaga kesehatan dan staf untuk turut merayakan hari besar keagamaan bersama keluarga. Selain itu, langkah ini juga merupakan bagian dari penyesuaian operasional rumah sakit selama masa libur nasional.

Selama masa penutupan, pelayanan poliklinik rawat jalan tidak beroperasi. Namun demikian, layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) tetap dibuka selama 24 jam untuk melayani pasien dengan kondisi darurat. Hal ini dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses layanan kesehatan yang mendesak.

There is no gallery selected or the gallery was deleted.

Manajemen RSUD Nunukan juga mengimbau kepada masyarakat yang memiliki jadwal kontrol atau pemeriksaan rutin pada tanggal tersebut agar dapat menyesuaikan ulang jadwal kunjungannya. Pasien diharapkan dapat kembali mengakses pelayanan poliklinik rawat jalan pada hari Senin, 6 April 2026, saat layanan kembali beroperasi seperti biasa.

Plt. Direktur RSUD Nunukan, dr. Andi Bau Tune Mangkau, Sp.B, dalam wawancara langsung di ruang kerjanya, menyampaikan bahwa penutupan sementara ini merupakan langkah yang telah direncanakan dengan mempertimbangkan kebutuhan pelayanan serta hak pegawai.

“Kami memastikan bahwa meskipun pelayanan poliklinik rawat jalan tutup sementara, layanan kegawatdaruratan tetap berjalan optimal selama 24 jam. Kami juga mengimbau masyarakat untuk dapat menyesuaikan jadwal kunjungan dan tetap menjaga kesehatan selama masa libur,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pihak rumah sakit berkomitmen untuk kembali memberikan pelayanan maksimal setelah masa libur berakhir. “Kami akan kembali membuka pelayanan poliklinik pada Senin, 6 April 2026, dan siap melayani masyarakat seperti biasa,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Nunukan, dr. Hesty, turut menegaskan bahwa pengaturan jadwal pelayanan telah disiapkan dengan matang untuk menghindari penumpukan pasien setelah masa libur.

“Kami telah mengantisipasi lonjakan kunjungan pasien pasca libur dengan melakukan penyesuaian jadwal serta kesiapan tenaga medis. Kami berharap masyarakat dapat memahami kebijakan ini dan datang sesuai jadwal yang telah ditentukan agar pelayanan tetap berjalan optimal,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap memanfaatkan layanan IGD hanya untuk kondisi darurat. “Untuk kasus non-darurat, kami sarankan menunggu hingga layanan poliklinik kembali dibuka agar penanganan bisa lebih maksimal dan terarah,” tambahnya.

Di sisi lain, Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) Instalasi Gawat Darurat RSUD Nunukan, dr. Rahmat, memastikan bahwa kesiapan tim IGD tetap optimal selama masa penutupan layanan rawat jalan.

“Kami telah menyiagakan tenaga medis dan paramedis secara penuh selama 24 jam untuk menghadapi berbagai kondisi kegawatdaruratan. Masyarakat tidak perlu khawatir karena pelayanan IGD tetap berjalan normal dengan standar pelayanan yang sama,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan layanan IGD secara tepat. “Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan layanan IGD sesuai indikasi medis darurat, sehingga pasien yang benar-benar membutuhkan penanganan segera dapat tertangani dengan cepat dan tepat,” tutupnya(Adv)