NARASI POSITIF.com, KALTARA – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara dari Fraksi PKS, Muhammad Nasir, melaksanakan kegiatan reses atau serap aspirasi masyarakat di wilayah perbatasan, tepatnya di Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan, pada Rabu, 13 Mei 2026. Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 100 peserta dari berbagai kalangan masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda, kelompok tani, ibu rumah tangga, hingga warga dari sejumlah desa di wilayah Sebatik Utara.
Dalam suasana penuh kekeluargaan dan keterbukaan, masyarakat menyampaikan berbagai kebutuhan mendasar yang selama ini masih menjadi persoalan di daerah perbatasan. Berbagai aspirasi yang disampaikan warga di antaranya usulan pemasangan jaringan listrik baru di beberapa wilayah yang hingga saat ini belum pernah menikmati aliran listrik, program pemasangan listrik gratis bagi masyarakat kurang mampu, pembangunan dan perbaikan jalan tani, peningkatan kualitas jalan lingkungan, pembangunan dan perbaikan jembatan, pengadaan air bersih, bantuan beasiswa pendidikan, bantuan usaha masyarakat kecil, pemasangan lampu jalan, hingga perbaikan rumah ibadah.
Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Nasir menegaskan bahwa wilayah perbatasan seperti Sebatik tidak boleh dipandang sebelah mata, sebab daerah perbatasan merupakan wajah terdepan sekaligus beranda Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Wilayah perbatasan adalah beranda negara. Karena itu, masyarakat di perbatasan harus merasakan kehadiran negara secara nyata melalui pembangunan infrastruktur, pelayanan dasar, pendidikan, listrik, air bersih, dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Muhammad Nasir.
Ia mengatakan, kegiatan reses bukan sekadar agenda formal DPRD, melainkan momentum penting untuk mendengarkan langsung suara rakyat dan melihat kondisi nyata masyarakat di lapangan. Menurutnya, banyak persoalan di daerah perbatasan yang membutuhkan perhatian serius dan percepatan penanganan dari pemerintah. “Kita tidak bisa hanya melihat pembangunan dari kota-kota besar saja. Justru masyarakat di wilayah perbatasan inilah yang perlu mendapatkan perhatian lebih, karena mereka berada di garda terdepan menjaga kedaulatan bangsa. Mendengarkan suara masyarakat perbatasan adalah bagian penting dari menjaga keadilan pembangunan,” tegasnya.
Muhammad Nasir juga menyampaikan bahwa berbagai usulan masyarakat tersebut akan diperjuangkan melalui pembahasan di DPRD Provinsi Kalimantan Utara serta dikomunikasikan dengan pemerintah provinsi maupun instansi terkait agar dapat masuk dalam program prioritas pembangunan.
Menurutnya, persoalan listrik dan akses infrastruktur masih menjadi kebutuhan mendesak di sejumlah titik wilayah Sebatik Utara. Ia menilai, masih adanya masyarakat yang belum menikmati listrik hingga hari ini menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus segera dituntaskan. “Kita ingin masyarakat perbatasan juga menikmati pelayanan dan fasilitas yang layak sebagaimana daerah lainnya. Jangan sampai ada kesan masyarakat perbatasan tertinggal, padahal mereka memiliki kontribusi besar menjaga wilayah negara,” katanya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya dukungan terhadap pendidikan generasi muda di wilayah perbatasan melalui program beasiswa dan peningkatan sarana pendidikan. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia di kawasan perbatasan menjadi investasi penting untuk masa depan Kalimantan Utara.
Kegiatan reses tersebut berlangsung penuh antusiasme. Warga berharap aspirasi yang telah disampaikan dapat benar-benar diperjuangkan dan direalisasikan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sebatik Utara dan wilayah perbatasan lainnya di Kalimantan Utara.





