NARASI POSITIF.com, NUNUKAN – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Nunukan, Ir. Arpiah, S.T., M.I.Kom., menghadiri Upacara Ziarah Nasional dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI di Taman Makam Pahlawan (TMP) Jaya Sakti, Kabupaten Nunukan, Jumat (2/10/2026).
Kegiatan berlangsung khidmat sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI. Dalam momentum tersebut, Arpiah juga menekankan pentingnya memaknai nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat, khususnya di Kabupaten Nunukan sebagai wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia.
Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober merupakan momentum untuk meneguhkan Pancasila sebagai dasar dan ideologi bangsa. Penetapan 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 153 Tahun 1967.
Menurut Arpiah, pengamalan nilai Pancasila memiliki konteks yang kuat bagi masyarakat Nunukan. Kehidupan masyarakat yang beragam, interaksi lintas wilayah dan budaya, serta perkembangan teknologi dan arus informasi membutuhkan penguatan nilai persatuan.
“Bagi Kabupaten Nunukan sebagai wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia, pengamalan nilai Pancasila memiliki konteks yang kuat. Masyarakat hidup dalam lingkungan yang beragam, memiliki interaksi lintas wilayah dan budaya, serta menghadapi perkembangan informasi dan teknologi yang semakin cepat,” ujar Arpiah.
Ia mengatakan, peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak semestinya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Arpiah menyebut sejumlah nilai yang penting terus dijaga, antara lain persatuan, toleransi, gotong royong, cinta tanah air, dan kepedulian terhadap sesama.
“Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi ruang dialog mengenai bagaimana nilai persatuan, toleransi, gotong royong, cinta tanah air dan kepedulian terhadap sesama diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Menurutnya, masyarakat perbatasan memiliki peran penting dalam menjaga kehidupan kebangsaan. Karena itu, generasi muda juga perlu diberikan ruang untuk memahami dan mengamalkan nilai Pancasila di tengah perkembangan media sosial dan derasnya arus informasi.
Arpiah menuturkan, persatuan Indonesia dibangun di atas keberagaman. Dalam konteks Nunukan, menjaga persatuan, menghormati perbedaan, bergotong royong, serta menjaga lingkungan sosial merupakan bagian dari pengamalan Pancasila.
“Pancasila bukan hanya untuk diucapkan, tetapi untuk diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Ia berharap momentum peringatan Hari Kesaktian Pancasila dan HUT ke-81 TNI dapat semakin memperkuat semangat kebangsaan, persatuan, serta kepedulian masyarakat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, khususnya di wilayah perbatasan.





