Warga Juata Minta Alat Kerja Bakti dalam Reses yang digelar Supaad Hadianto

oleh
oleh

NARASI POSITIF.com, KALTARA – Warga Kelurahan Juata Permai memanfaatkan momentum reses anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Supa’ad Hadianto, untuk menyampaikan sejumlah aspirasi yang dinilai penting bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat, mulai dari kebutuhan alat kerja bakti hingga permintaan dibukanya kembali rute kapal laut murah.

Aspirasi tersebut disampaikan dalam kegiatan reses yang digelar di wilayah Juata Permai, Kota Tarakan, sebagai bagian dari upaya menyerap langsung keluhan dan kebutuhan warga di daerah pemilihan.

Salah seorang perwakilan warga menyampaikan bahwa ketersediaan alat kerja bakti seperti mesin potong rumput, cangkul, dan peralatan kebersihan sangat dibutuhkan untuk menunjang kegiatan gotong royong di lingkungan permukiman. Menurutnya, peralatan tersebut akan membantu menjaga kebersihan, memperbaiki drainase, serta mendukung perawatan fasilitas umum.

Selain itu, warga juga mengusulkan agar rute kapal laut murah dari Tarakan ke Surabaya dapat dibuka kembali atau diperbanyak. Transportasi laut dinilai masih menjadi pilihan utama bagi masyarakat berpenghasilan rendah karena tarifnya lebih terjangkau dibandingkan moda transportasi lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Supa’ad Hadianto menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan warga akan dicatat dan diperjuangkan sesuai dengan kewenangan. Ia menjelaskan, masa reses merupakan momen penting bagi anggota legislatif untuk mendengar langsung suara masyarakat dan memastikan aspirasi tersebut masuk dalam pembahasan di tingkat provinsi.

“Reses adalah wadah curhat rakyat. Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat akan kita perjuangkan, baik melalui koordinasi dengan pemerintah daerah maupun disampaikan ke pemerintah pusat,” ujar Supa’ad, pada Selasa (17/2/2026).

Terkait usulan rute kapal laut, Supa’ad menyebut akan mengoordinasikan aspirasi tersebut dengan instansi terkait, termasuk pihak PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI), agar masyarakat kembali memiliki akses transportasi laut yang terjangkau.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus aktif menyampaikan aspirasi secara terbuka agar pembangunan yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“Kita ingin pembangunan di Kalimantan Utara berjalan merata dan menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat,” tutupnya.