NARASI POSITIF.com, NUNUKAN – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara Fraksi PKS Komisi II, Muhammad Nasir menuntaskan rangkaian kegiatan reses dan serap aspirasi masyarakat di lima titik berbeda di Kabupaten Nunukan yang berlangsung sejak tanggal 12 hingga 19 Mei 2026.
Lima titik pelaksanaan reses tersebut meliputi Desa Pancang Kecamatan Sebatik Utara, Kelurahan Selisun Kecamatan Nunukan Selatan, Kelurahan Nunukan Utara Kecamatan Nunukan, Jalan Angkasa Kelurahan Nunukan Timur, serta wilayah Sei Bilal Kelurahan Nunukan Barat Kecamatan Nunukan.
Dalam setiap titik reses, masyarakat terlihat antusias menyampaikan berbagai persoalan, keluhan, harapan, hingga curahan hati mereka secara langsung kepada wakil rakyat yang berasal dari daerah pemilihan Nunukan tersebut.
Berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat sangat beragam, mulai dari kebutuhan jaringan listrik baru dan pemasangan listrik gratis di sejumlah wilayah, perbaikan infrastruktur jalan dan jalan usaha tani, persoalan air bersih, bantuan rumah ibadah, hingga permintaan beasiswa pendidikan bagi anak-anak daerah.
Selain itu, aspirasi terkait penguatan UMKM juga cukup mendominasi dalam kegiatan reses tersebut. Banyak masyarakat, khususnya kaum ibu dan pelaku usaha kecil, berharap adanya bantuan modal usaha, bantuan sarana usaha, pelatihan keterampilan, serta pendampingan legalitas UMKM agar usaha mereka dapat berkembang dan memiliki akses terhadap program bantuan pemerintah.
Tak hanya itu, masyarakat juga menyoroti persoalan tingginya harga kebutuhan pokok dan meminta pemerintah lebih aktif menghadirkan program pasar murah serta pengawasan harga di lapangan. Di wilayah pesisir dan perbatasan, persoalan rumput laut juga menjadi perhatian masyarakat, terutama terkait stabilitas harga, kualitas bibit, bantuan sarana budidaya, hingga akses pemasaran hasil panen petani rumput laut.
Dalam keterangannya, Muhammad Nasir mengatakan bahwa seluruh aspirasi masyarakat yang diterimanya akan menjadi bahan perjuangan di DPRD Provinsi Kalimantan Utara.
“Reses ini menjadi momentum penting bagi kami untuk mendengar langsung suara masyarakat di lapangan. Banyak persoalan yang memang harus segera mendapat perhatian pemerintah, baik di bidang infrastruktur, listrik, pendidikan, ekonomi masyarakat, hingga kebutuhan dasar lainnya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa dirinya akan berusaha memperjuangkan aspirasi tersebut melalui jalur-jalur kewenangan yang ada di pemerintah provinsi maupun melalui koordinasi dengan pemerintah kabupaten.
“Kalau itu menjadi kewenangan pemerintah provinsi, InsyaAllah akan kami perjuangkan melalui DPRD Provinsi Kaltara dan koordinasi dengan OPD terkait. Namun jika itu merupakan kewenangan kabupaten, maka kami juga siap mengkoordinasikan dan menyampaikan aspirasi masyarakat ini kepada anggota DPRD Kabupaten Nunukan maupun kepada pemerintah daerah dan Bupati Nunukan agar bisa ditindaklanjuti,” jelasnya.
Menurutnya, masyarakat di daerah perbatasan seperti Nunukan tidak boleh merasa sendiri dan harus terus mendapatkan perhatian pembangunan secara merata.
“Kita ingin masyarakat perbatasan benar-benar merasakan kehadiran pemerintah. Aspirasi mereka tidak boleh berhenti hanya di forum reses, tetapi harus diperjuangkan agar bisa masuk dalam program pembangunan yang nyata,” tambahnya.
Di akhir kegiatan resesnya, Muhammad Nasir juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah hadir dan aktif menyampaikan masukan serta persoalan di lingkungan masing-masing.
Ia berharap sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan wakil rakyat dapat terus terjalin demi mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Nunukan dan Kalimantan Utara secara umum.





