Harga Rumput Laut Fluktuatif, Akses Terisolasi Hambat Petani Binalatung

oleh
oleh

NARASI POSITIF.com, KALTARA– Permasalahan harga rumput laut yang fluktuatif dan akses wilayah yang masih terisolasi menjadi keluhan utama petani di Binalatung, Kota Tarakan, saat kegiatan reses anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Jufri Budiman, baru-baru ini.

Dalam dialog bersama warga pesisir, petani mengungkapkan harga jual rumput laut di tingkat pengepul dinilai belum memberikan keuntungan yang memadai. Padahal, komoditas tersebut menjadi sumber penghasilan utama masyarakat setempat.

Selain persoalan harga, kondisi infrastruktur juga menjadi sorotan. Akses jalan menuju sentra produksi rumput laut dinilai masih terbatas, sehingga menyulitkan distribusi hasil panen ke pasar yang lebih luas. Minimnya akses ini turut memengaruhi biaya angkut dan memperlemah posisi tawar petani terhadap pembeli.

“Masalah harga dan akses ini saling berkaitan. Jika distribusi lancar dan akses terbuka, peluang mendapatkan harga yang lebih baik tentu lebih besar,” ujar Jufri, pada Senin (16/2/2026)

Ia menegaskan akan membawa aspirasi tersebut ke tingkat pembahasan DPRD dan mendorong koordinasi dengan pemerintah daerah, termasuk dinas terkait, untuk mencari solusi konkret. Di antaranya, evaluasi rantai distribusi rumput laut serta percepatan peningkatan infrastruktur di kawasan pesisir.

Menurutnya, sektor rumput laut memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian masyarakat pesisir Tarakan. Namun tanpa dukungan kebijakan dan infrastruktur yang memadai, potensi tersebut sulit berkembang optimal.

Reses ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung persoalan yang dihadapi, dengan harapan adanya tindak lanjut nyata demi peningkatan kesejahteraan petani dan penguatan ekonomi lokal di Binalatung.(Adv)