NARASI POSITIF.com, KALTARA – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Syamsuddin Arfah, menyoroti pemangkasan anggaran program Beasiswa Kaltara dalam APBD 2026 yang turun drastis dari Rp15 miliar menjadi hanya Rp5 miliar. Hal ini disampaikan saat reses bersama mahasiswa, orang tua, dan masyarakat di Kota Tarakan.
Syamsuddin menjelaskan bahwa dari pagu anggaran Rp5 miliar, lebih dari Rp3 miliar telah terikat kerja sama dengan perguruan tinggi, sehingga tersisa kurang dari Rp2 miliar untuk beasiswa lainnya. Jumlah ini dinilai sangat tidak memadai untuk menjangkau seluruh mahasiswa di provinsi perbatasan tersebut.
“Sisa anggaran tidak sampai Rp2 miliar untuk seluruh mahasiswa di Kaltara. Bagaimana bisa beasiswa tersebut memberi manfaat luas bagi mereka?” ujar Syamsuddin, pada Mingu (15/2/2026)
Pemangkasan anggaran terjadi seiring penurunan keseluruhan pos APBD Kaltara dari sekitar Rp3,6 triliun menjadi Rp2,4 triliun akibat berkurangnya transfer dana dari pemerintah pusat.
Syamsuddin berharap agar anggaran beasiswa dapat dikembalikan ke angka semula sekitar Rp15 miliar dan akan memperjuangkan hal tersebut dalam pembahasan DPRD maupun APBD Perubahan. Ia juga meminta pemerintah daerah menyiapkan administrasi agar penyaluran beasiswa tetap lancar jika anggaran kembali tersedia.
Menurutnya, program beasiswa memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kaltara serta memberi peluang pendidikan yang lebih merata bagi generasi muda.(Adv)





