Kepala Bidang Penguatan Ideologi Pancasila dan Karakter Kebangsaan Bakesbangpol Kabupaten Nunukan, Emiliana Nata Koten, SH, menyampaikan kegiatan hari ini melaksanakan cros cek dilapangan kesiapan lokasi dan tempat pelaksanaan kegiatan tes CAT di SMAN 1 Nunukan dan SMAN 1 Nusa. Proses seleksi CAPASKI tahun ini dilaksanakan secara serentak dan mendapat antusiasme yang cukup tinggi dari para pelajar. Hal tersebut terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 200 orang yang berasal dari berbagai sekolah di Kabupaten Nunukan.
Melalui surat Nomor B/62/200.1.2/BAKESBANGPOL-II/III/2026 tanggal 9 Maret 2026 , Ujian TWK dan TIU untuk peserta diluar wilayah Nunukan yang sudah ditentukan titik lokasinya anatara lain SMA Negeri 1 Sebatik, SMA Negeri 1 Krayan, SMA Negeri 1 Krayan Selatan, SMK Negeri 1 Tulin Onsoi, SMA Negeri 1 Sembakung,SMK Negeri 1 Seimenggaris, dan SMK Negeri 1 Sembakung Atulai.
Namun setelah melalui proses verifikasi administrasi dan pemeriksaan persyaratan awal, jumlah peserta yang dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti tahapan tes CAT sebanyak 193 orang. Peserta tersebut terdiri dari pelajar SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah yang tersebar di beberapa kecamatan di wilayah Kabupaten Nunukan.
“Dari total pendaftar sebanyak 193 orang, setelah dilakukan seleksi administrasi terdapat 174 peserta yang dinyatakan memenuhi syarat dan berhak mengikuti tahapan tes CAT sebagai bagian dari proses seleksi CAPASKI Kabupaten Nunukan Tahun 2026,” jelas Emiliana saat menyampaikan keterangan terkait pelaksanaan kegiatan tersebut, pada Selasa (10/3/2026)
Untuk memastikan pelaksanaan tes berjalan tertib, transparan, dan objektif, Bakesbangpol Kabupaten Nunukan memusatkan pelaksanaan Tes CAT di dua lokasi, yaitu SMAN 1 Nunukan dan SMAN 1 Nusa. Kedua lokasi tersebut dipilih karena memiliki fasilitas laboratorium komputer yang memadai untuk mendukung pelaksanaan ujian berbasis komputer.
Pelaksanaan tes CAT dijadwalkan berlangsung selama dua hari, tanggal 12 – 13 maret 2026 ,dengan materi tes yang berbeda pada setiap harinya. Pada hari pertama, peserta mengikuti Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang bertujuan untuk mengukur pemahaman peserta terhadap nilai-nilai dasar negara, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika, serta wawasan kebangsaan lainnya yang menjadi dasar pembentukan karakter generasi muda.
Tes ini dinilai sangat penting karena calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan fisik yang baik, tetapi juga memiliki pemahaman yang kuat terhadap nilai-nilai kebangsaan serta semangat nasionalisme.
Selanjutnya pada hari kedua, para peserta mengikuti Tes Intelegensia Umum (TIU) yang bertujuan untuk mengukur kemampuan kognitif peserta, termasuk kemampuan logika, analisis, pemecahan masalah, serta daya pikir yang menjadi salah satu indikator penting dalam proses seleksi CAPASKI.
Menurut Emiliana, penggunaan sistem Computer Assisted Test (CAT) dalam tahapan seleksi ini bertujuan untuk menciptakan proses seleksi yang lebih transparan, objektif, dan akuntabel, karena hasil ujian dapat langsung diketahui berdasarkan sistem penilaian yang telah terintegrasi secara digital.
“Dengan sistem CAT, proses seleksi dapat berjalan lebih objektif karena penilaian dilakukan secara otomatis oleh sistem sehingga meminimalkan kemungkinan adanya subjektivitas dalam penilaian,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa tahapan seleksi CAPASKI tidak hanya berhenti pada tes CAT saja, namun masih akan dilanjutkan dengan beberapa tahapan berikutnya, seperti tes kesehatan, tes kesamaptaan jasmani, tes kepribadian, serta wawancara untuk menentukan peserta terbaik yang akan mewakili Kabupaten Nunukan sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka.
Para peserta yang nantinya lolos seleksi tingkat kabupaten akan dipersiapkan untuk bertugas pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus mendatang.
Melalui proses seleksi yang ketat dan berjenjang ini, Pemerintah Kabupaten Nunukan berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya disiplin dan berprestasi, tetapi juga memiliki semangat nasionalisme yang tinggi serta mampu menjadi teladan bagi pelajar lainnya di daerah perbatasan.(Adv)





