NARASI POSITIF.com, NUNUKAN — Puskesmas Nunukan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan mulai melaksanakan layanan vaksinasi bagi calon jemaah haji sebagai bagian dari persiapan wajib sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Kepala Puskesmas Nunukan, dr. Ika Bihandayani, menjelaskan bahwa vaksinasi ini merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi seluruh calon jemaah haji.
“Hari ini Puskesmas Nunukan bersama Dinas Kesehatan melaksanakan layanan vaksinasi bagi calon jemaah haji,vaksinasi ini merupakan salah satu syarat wajib sebelum keberangkatan ibadah haji,” ujarnya.
Ia menegaskan, seluruh jemaah tanpa terkecuali wajib mengikuti vaksinasi demi menjaga kesehatan bersama selama menjalankan ibadah di tengah jutaan jemaah dari berbagai negara.
Dalam dua tahun terakhir, terdapat dua jenis vaksin yang diwajibkan bagi jemaah haji asal Indonesia, yakni vaksin meningitis dan vaksin polio, sebelumnya, hanya vaksin meningitis yang menjadi persyaratan utama.
“Kewajiban vaksin polio diberlakukan karena Indonesia sempat memiliki kasus polio, sehingga pemerintah Arab Saudi mensyaratkan jemaah haji dari Indonesia untuk mendapatkan vaksin tersebut,” jelasnya pada Jumat (3/4/2026)
Menurutnya, kebijakan ini bertujuan sebagai bentuk perlindungan kesehatan, mengingat tingginya potensi penularan penyakit di lingkungan ibadah haji yang melibatkan jemaah dari berbagai belahan dunia.
Untuk wilayah Kabupaten Nunukan, khususnya Nunukan di luar Pulau Sebatik, jumlah calon jemaah haji tercatat sekitar 130 orang.
Pelaksanaan vaksinasi di Puskesmas Nunukan berlangsung selama dua hari, yakni pada 1 hingga 2 April 2026, setelah itu, layanan akan dilanjutkan selama dua hari berikutnya di wilayah Pulau Sebatik.
Lebih lanjut, dr. Ika berharap seluruh rangkaian kegiatan ini berjalan lancar sehingga para calon jemaah dapat menjalankan ibadah dengan baik.
“Harapan kami seluruh prosedur berjalan dengan baik, sehingga calon jemaah haji dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke Indonesia dalam keadaan sehat,” katanya.
Ia juga mengimbau seluruh calon jemaah haji Kabupaten Nunukan untuk senantiasa menjaga kondisi kesehatan, baik secara pribadi maupun lingkungan.
“Kami mengimbau untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas),” tambahnya.
Bagi jemaah yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid, seperti hipertensi, diabetes, maupun gangguan metabolik lainnya, diminta untuk tetap disiplin dalam pengobatan dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.
“Jemaah dengan komorbid diharapkan tetap rutin mengonsumsi obat sesuai anjuran, melakukan kontrol kesehatan secara berkala, serta aktif berkoordinasi dengan pembina, dalam hal ini Dinas Kesehatan dan UPT Puskesmas Nunukan,” jelasnya.
Selama masa tunggu keberangkatan, menjaga kondisi tubuh tetap prima menjadi hal yang sangat penting agar ibadah tidak terganggu masalah kesehatan.
Seluruh proses pembinaan kesehatan jemaah sendiri dilakukan secara bertahap, mulai dari di daerah asal, kemudian berlanjut hingga pemeriksaan di embarkasi sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Di akhir pernyataannya, dr. Ika menyampaikan harapan besar agar seluruh jemaah dapat menunaikan ibadah haji dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam kondisi sehat.
“Semoga seluruh jemaah dapat melaksanakan ibadah di Tanah Suci tanpa kendala kesehatan, serta kembali ke Indonesia dalam keadaan sehat dan berkumpul kembali bersama keluarga,” tutupnya. (Adv)





