NARASI POSITIF.com, KALTARA – Muhammad Nasir meminta aparat penegak hukum memberikan hukuman setimpal terhadap pelaku dugaan penyekapan dan kekerasan seksual terhadap seorang mahasiswi asal Nunukan, Kalimantan Utara, yang terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan.
Nasir menegaskan, kasus yang menimpa mahasiswi berinisial MA (21) tersebut tidak hanya menjadi persoalan kriminal biasa, namun juga menyangkut perlindungan terhadap perempuan dan anak daerah yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah.
“Perbuatan pelaku ini sangat biadab dan tidak berperikemanusiaan. Kami meminta aparat penegak hukum untuk menangkap pelaku secepatnya dan memberikan hukuman yang setimpal sesuai aturan hukum yang berlaku,” tegas Muhammad Nasir saat dimintai tanggapan terkait kasus tersebut, Sabtu (16/5/2026).
Berdasarkan informasi yang berkembang di sejumlah media, korban diduga dijebak melalui lowongan kerja palsu di Facebook dengan tawaran pekerjaan sebagai baby sitter bergaji Rp 3 juta per bulan. Korban yang diketahui merupakan mahasiswi asal Kabupaten Nunukan kemudian datang memenuhi panggilan kerja tersebut sebelum akhirnya diduga disekap dan mengalami kekerasan seksual selama tiga hari di sebuah rumah kontrakan di kawasan Kelurahan Barombong, Makassar.
Kasus itu menjadi perhatian publik setelah video penyelamatan korban viral di media sosial. Korban disebut ditemukan dalam kondisi lemas dengan tangan terikat setelah berhasil melarikan diri atau ditemukan warga bersama pemilik kontrakan. Sementara terduga pelaku berinisial FR (30) alias Daeng Rumpa dilaporkan masih dalam pengejaran aparat kepolisian.
Muhammad Nasir juga meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara maupun Pemerintah Kabupaten Nunukan agar tidak hanya fokus pada proses hukum, tetapi turut memberikan pendampingan menyeluruh kepada korban.
“Kami juga mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara maupun Pemerintah Kabupaten Nunukan untuk memberikan pendampingan hukum kepada korban dan keluarganya, termasuk pendampingan psikologis sampai korban benar-benar pulih. Kita bisa membayangkan trauma berat yang dialami korban akibat kejadian ini,” ujarnya.
Menurutnya, korban membutuhkan perhatian serius karena dampak kekerasan seksual tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga dapat meninggalkan luka mental berkepanjangan yang mempengaruhi masa depan korban.
“Jangan sampai setelah kasus ini viral lalu perhatian berhenti. Korban harus didampingi sampai pulih, baik secara mental maupun sosial. Negara harus hadir melindungi warganya,” tambah politisi PKS tersebut.
Dalam kesempatan itu, Muhammad Nasir juga memberikan apresiasi kepada Zainal A. Paliwang atas respon cepat Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dalam menyikapi kasus tersebut.
“Kami mengapresiasi respon cepat Bapak Gubernur Kalimantan Utara yang langsung bergerak cepat turun memberikan perhatian terhadap korban, bahkan berkoordinasi dan bertemu dengan Kapolda Sulawesi Selatan. Ini menunjukkan kehadiran pemerintah daerah terhadap warganya yang sedang tertimpa musibah,” katanya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan seluruh pihak terkait dapat mempercepat penanganan kasus sekaligus memastikan korban memperoleh perlindungan maksimal.
Muhammad Nasir juga mengingatkan masyarakat, khususnya para pelajar dan mahasiswa, agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan melalui media sosial yang belum jelas kebenarannya.
“Kita berharap masyarakat lebih waspada terhadap modus lowongan kerja palsu di media sosial. Jangan mudah percaya tanpa memastikan identitas dan legalitas pihak yang menawarkan pekerjaan,” pungkasnya.





