NARASI POSITIF.com, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan literasi dan numerasi anak-anak di wilayah perbatasan, komitmen tersebut disampaikan seiring berakhirnya Program Sekolah Enuma Indonesia (SEI), sebuah program pembelajaran berbasis teknologi yang selama ini membantu meningkatkan kemampuan belajar anak melalui Taman Baca Masyarakat (TBM).
Hal tersebut disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Kabupaten Nunukan, Muhammad Amin, S.H., saat menghadiri kegiatan Penutupan Program Sekolah Enuma Indonesia di Kabupaten Nunukan, Senin (13/7/2026).
Muhammad Amin mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima, terdapat empat Taman Baca Masyarakat di Kabupaten Nunukan yang aktif menjalankan Program Sekolah Enuma Indonesia. Program tersebut dinilai memberikan dampak positif, terutama bagi anak-anak yang tinggal di kawasan perbatasan dan memiliki keterbatasan akses terhadap sarana pembelajaran.
“Dari laporan yang kami terima, program ini sangat membantu anak-anak kita, khususnya yang berada di wilayah perbatasan. Mereka yang sebelumnya mengalami ketertinggalan dalam proses belajar kini mampu mengejar ketertinggalannya, bahkan mendekati kemampuan anak-anak yang menempuh pendidikan formal,” ujar Muhammad Amin.
Melihat manfaat yang dirasakan masyarakat, pemerintah Kabupaten Nunukan akan mengkaji peluang keberlanjutan program tersebut melalui sinergi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Kami akan berkomunikasi dan membangun sinergi dengan OPD terkait agar program seperti ini dapat ditindaklanjuti. Harapannya, manfaat yang telah dirasakan anak-anak selama ini tidak berhenti sampai di sini,” katanya.
Pada kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Nunukan juga menyaksikan hibah sejumlah tablet dari Enuma Indonesia kepada Taman Baca Masyarakat sebagai sarana pendukung pembelajaran berbasis aplikasi yang selama ini digunakan dalam Program Sekolah Enuma Indonesia.
Menurut Muhammad Amin, tablet menjadi media utama dalam proses pembelajaran karena telah dilengkapi dengan materi edukasi berbasis permainan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi anak.
“Melalui hibah tablet ini, kegiatan belajar di Taman Baca Masyarakat masih dapat terus berlangsung. Anak-anak tetap bisa mengakses materi pembelajaran sehingga manfaat program dapat terus dirasakan meskipun pelaksanaannya telah berakhir,” jelasnya.
Ia menambahkan, tingkat literasi masyarakat di Kabupaten Nunukan terus mengalami perkembangan yang positif. Namun demikian, peningkatan kualitas sumber daya manusia memerlukan dukungan berbagai pihak melalui penyediaan program-program literasi yang berkelanjutan.
“Semakin banyak anak-anak membaca, belajar, dan memperoleh pengetahuan, maka semakin baik pula kualitas sumber daya manusia yang kita miliki di masa depan. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Nunukan mendukung penuh setiap program yang bertujuan meningkatkan budaya literasi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Project Manager Yayasan Litara, Edy Wahyu, menjelaskan Program Sekolah Enuma Indonesia telah dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Utara sejak 2023 hingga 2026, mencakup Kabupaten Malinau, Nunukan, dan Bulungan.
Selama empat tahun pelaksanaan, program tersebut melibatkan 19 Taman Baca Masyarakat dengan sekitar 1.400 anak terdaftar sebagai peserta aktif, bahkan, berdasarkan pemantauan Yayasan Litara, lebih dari 4.000 anak telah mengikuti berbagai aktivitas belajar melalui Program Enuma Indonesia.
“Konsep yang kami terapkan adalah belajar sambil bermain. Anak-anak diajak belajar melalui permainan edukatif sehingga proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan sekaligus mampu membangun kemampuan dasar literasi dan numerasi mereka,” ujar Edy.
Ia menjelaskan, program Sekolah Enuma Indonesia dibangun melalui kolaborasi tiga unsur utama, yakni keluarga, sekolah, dan Taman Baca Masyarakat. Ketiga unsur tersebut menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Yayasan Litara sendiri merupakan lembaga yang berfokus pada pengembangan kecakapan literasi anak sejak 2017. Di Kabupaten Nunukan, implementasi Program Sekolah Enuma Indonesia dimulai pada Juli 2024 melalui pendampingan di sejumlah Taman Baca Masyarakat dengan memanfaatkan aplikasi pembelajaran berbasis permainan sebagai media peningkatan kemampuan literasi dan numerasi anak usia dini hingga sekolah dasar.
Berakhirnya Program Sekolah Enuma Indonesia di Kabupaten Nunukan diharapkan bukan menjadi akhir dari upaya peningkatan literasi anak, melainkan menjadi awal lahirnya kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah daerah, masyarakat, dunia pendidikan, dan berbagai mitra untuk menciptakan generasi perbatasan yang cerdas, gemar belajar, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Adv)





