NARASI POSITIF.com, NUNUKAN – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Nunukan, Ir. Arpiah, S.T., M.I.Kom., menuntaskan Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (PPNK) Lemhannas RI Gelombang 119 Kolaboratif yang berlangsung di Kantor Lemhannas RI, Jakarta, pada 27 Juli hingga 2 Agustus 2026.
Program yang diikuti 102 peserta dari berbagai profesi dan daerah di Indonesia tersebut merupakan kolaborasi antara Lemhannas RI, Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Asosiasi CEO Mastermind Indonesia (ACMI), dan Indonesia Financial Group (IFG). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kepemimpinan, integritas, serta pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan
Arpiah mengaku bersyukur mendapat kesempatan mengikuti program tersebut bersama para peserta yang berasal dari kalangan insinyur, akademisi, pelaku usaha, sektor keuangan, hingga unsur legislatif.
“Alhamdulillah, saya bersyukur mendapat kesempatan menjadi peserta Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Lemhannas RI Gelombang 119. Program ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus penguatan komitmen untuk meneladani nilai-nilai luhur Pancasila dan membangun Indonesia yang lebih kuat,” ujarnya.

Selama tujuh hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi strategis, di antaranya pembangunan kemandirian bangsa menuju Indonesia Emas 2045 melalui Astacita, implementasi nilai-nilai Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, penguatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), ketahanan digital, hingga kepemimpinan berbasis semangat gotong royong.
Arpiah mengatakan keberagaman latar belakang peserta menjadi pengalaman berharga dalam membangun kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, semangat Bhinneka Tunggal Ika tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga dipraktikkan melalui kerja sama dan diskusi selama mengikuti program.
“Perbedaan profesi, daerah, dan pengalaman justru menjadi kekuatan untuk melahirkan gagasan dan solusi bersama bagi masa depan Indonesia. Semangat kebersamaan inilah yang harus terus dijaga,” katanya.
Sebagai legislator dari Kabupaten Nunukan yang berada di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, Arpiah menegaskan hasil pembelajaran selama mengikuti PPNK akan menjadi bekal dalam memperkuat kebijakan yang berpihak kepada masyarakat serta memperkokoh persatuan dan ketahanan nasional di wilayah perbatasan.
“Bagi kami di Kabupaten Nunukan sebagai beranda terdepan NKRI, nilai-nilai kebangsaan harus diwujudkan dalam kebijakan yang berpihak kepada rakyat, menjaga persatuan dalam keberagaman, serta memperkuat ketahanan nasional dari wilayah perbatasan,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Lemhannas RI, para narasumber, fasilitator, serta seluruh peserta Angkatan 119 atas ilmu, pengalaman, dan jejaring yang terbangun selama kegiatan.
“Belajar boleh selesai, tetapi mengabdi untuk Indonesia tidak pernah usai. Semangat kebangsaan yang diperoleh selama program ini akan terus kami implementasikan dalam pengabdian kepada masyarakat dan pembangunan daerah,” pungkasnya.





