NARASI POSITIF.com, NUNUKAN – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Nunukan bersama Badan Pangan Nasional (BAPANAS) dan Perum Bulog lakukan Pengawasan serta Monitoring terhadap jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) dan Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kabupaten Nunukan selama 3 hari mulai dari tanggal 1 – 3 September 2026.
Tujuan dilakukan kegiatan ini untuk memastikan bahwa beras subsidi dari Pemerintah didistribusikan secara tepat sasaran, dan juga ketersediaan, kualitas dan kesesuaian harga di tingkat konsumen.
Kegiatan ini diikuti tim dari BAPANAS, BULOG Pusat, Kacab. BULOG Tarakan, Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKPP Nunukan beserta staf.
Dalam kunjungan tersebut rombongan melakukan monitoring di sejumlah pasar tradisional, toko dan gudang bulog di Kabupaten Nunukan untuk memastikan pangan segar yang diperdagangkan memenuhi standar keamanan dan layak dikonsumsi masyarakat.
Bupati Nunuka, H. irwan Sabri, melalui Kepala Bidang Ketahanan Pangan, DKPP Nunukan, Wiwin Indrayanti, SP menyampaikan telah melakukan pengawasan serta monitoring Rumah Pangan Kita (RPK) selama 3 hari berturut -turut, mulai tanggal 1 – 3 September 2026 bersama Tim dari BAPANAS, Perum Bulog Pusat serta Kacab Bulog Tarakan.
Wiwin menambahkan, monitoring di hari pertama 1 September 2026 melakukan pengawasan serta monitoring di Kecamatan Sebatik di 11 titik RPK, salah satunya RPK Shela, RPK Smart. Kemudian di tanggal 2 September 2026, melanjutkan ke Kecamatan Sebatik dan Kecamatan Nunukan yang berlokasi di Pasar Inhutani. Keberadaan RPK di Kabupaten Nunukan sangat di butuhkan sebagai wadah beras petani kita berada melalui Bulog.
“Dihari terakhir 3 September 2026, monitoring ke Kecamatan Nunukan Selatan RPK Fika, dan Desa Binusan RPK Sejati dan terakhir ke Gudang Bulog yang berlokasi di Jalan Tanjung Aru” ujarnya, pada Sabtu (5/9/2026)
Maksud dan tujuan dilakukannya pengawasan serta monitoring ini untuk memastikan ketersediaan stok pangan seperti beras dan kebutuhan pokok lainnya tersedia cukup di setiap gerai RPK, memastikan dan menjaga kestabilan Harga Eceran Tertinggi , mengawasi mutu pangan baik itu menilai kualitas fisik dan keamanan produk pangan agar tetap layak di konsumsi, dan memantau ketepatan sasaran dan volume pasokan dari gudang BULOG hingga sampai ke tangan masyarakat. (Adv)





