NARASI POSITIF.com, NUNUKAN – Dalam rangka meningkatkan kapasitas penggiat Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Nunukan turut menjadi narasumber pada kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penggiat P4GN bagi lembaga pendidikan, Kamis (9/7/26).
Hadir sebagai narasumber, Pranata Humas Diskominfo Nunukan, Asa Zumara, S.I.Kom., M.I.Kom. menyampaikan materi mengenai Pengelolaan Media Sosial dalam P4GN sebagai upaya mengoptimalkan pemanfaatan platform digital untuk menyebarluaskan informasi, edukasi, dan kampanye pencegahan penyalahgunaan narkoba kepada masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan.
Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan berbagai aplikasi pendukung dalam pembuatan konten digital. Untuk desain grafis dan materi publikasi, peserta diarahkan menggunakan Canva agar mampu menghasilkan poster, infografis, dan konten visual yang menarik. Sementara itu, Instagram dan Tiktok diperkenalkan sebagai platform media sosial yang efektif untuk menyebarkan pesan edukasi, membangun interaksi dengan masyarakat, serta menjangkau kalangan generasi muda. Dalam proses penyuntingan video, peserta juga diperkenalkan dengan aplikasi capcut yang dapat digunakan untuk mengedit atau membuat video kampanye P4GN yang kreatif, informatif, dan mudah dipahami.
Asa juga memberikan tips dalam membuat konten yang menarik, seperti penggunaan desain yang sederhana namun komunikatif, pemanfaatan foto dan video berkualitas, penambahan musik serta teks yang relevan, hingga penggunaan tagar (hashtag) yang tepat untuk meningkatkan jangkauan publikasi.
Sebagai bentuk implementasi materi yang telah diberikan, peserta mengikuti praktik pembuatan konten digital melalui kegiatan bertajuk “Guru Kreatif, Siswa Inspiratif”.
Dalam sesi ini, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok,1 kelompok ada 5 atau 7 orang peserta dan diberikan tantangan untuk menghasilkan kampanye digital bertema “Berani Menolak Narkoba” dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Setiap kelompok diwajibkan menghasilkan satu video berdurasi 30 detik,satu desain poster, dan satu caption Instagram menggunakan aplikasi ChatGPT untuk menyusun ide dan naskah, Canva untuk mendesain poster, serta CapCut untuk mengedit video. Seluruh proses pengerjaan dilakukan dalam waktu 30 menit, kemudian setiap kelompok mempresentasikan hasil karyanya selama 3 menit di hadapan peserta dan narasumber.
Melalui praktik ini, peserta tidak hanya memahami teori pengelolaan media sosial, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam memanfaatkan teknologi digital dan AI untuk menghasilkan konten edukatif yang kreatif, informatif, dan menarik. Kemampuan tersebut dapat diterapkan di lingkungan sekolah sehingga para guru dan siswa mampu menjadi agen perubahan yang aktif menyuarakan gerakan P4GN melalui media sosial, dengan cara yang positif, inovatif, dan relevan.(Adv)





