Upaya tersebut dibahas dalam rapat yang digelar di ruang rapat DKPP Kabupaten Nunukan pada Kamis (2/7/2026). Rapat dipimpin langsung oleh Kepala DKPP Kabupaten Nunukan, Masniadi, S.Hut., M.AP., dan dihadiri perwakilan PT Bhumi Simanggaris Indah, PT Sempurna Sejahtera, Kepala Bidang Pengendalian dan Pengawasan Usaha Pertanian, analis kebijakan, petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), serta jajaran DKPP Kabupaten Nunukan.
Masniadi menjelaskan, pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat sebelumnya yang melibatkan para petani kelapa sawit untuk menyerap berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan. Melalui dialog bersama perusahaan mitra, pemerintah daerah berupaya mencari solusi atas berbagai permasalahan yang selama ini terjadi dalam tata niaga TBS sawit.
“Perusahaan kelapa sawit diwajibkan membeli Tandan Buah Segar (TBS) dari pekebun mitra sesuai dengan ketetapan harga resmi yang telah ditetapkan pemerintah,” ujar Masniadi.
Ia menambahkan, selain mematuhi harga acuan pemerintah, perusahaan juga diminta menyampaikan informasi harga pembelian TBS secara terbuka kepada pekebun sesuai ketentuan yang berlaku. Perusahaan juga didorong menjalin kerja sama jual beli melalui perjanjian kemitraan dengan supplier atau pengepul yang telah memiliki Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB).
Masniadi juga mengimbau para supplier maupun pekebun kelapa sawit swadaya agar tidak menjual TBS secara ilegal karena dapat merugikan seluruh pihak dalam rantai usaha perkebunan sawit.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian dan Pengawasan Usaha Pertanian, Herman, S.P., meminta perusahaan kelapa sawit tetap menerima TBS yang belum memenuhi standar mutu dengan mekanisme harga yang disepakati bersama, bukan langsung menolak atau mengembalikannya kepada petani. Menurutnya, langkah tersebut dapat mengurangi beban biaya transportasi yang harus ditanggung petani dan dapat diatur dalam perjanjian kemitraan.
“Saya berharap perlu adanya edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya perjanjian kemitraan, termasuk penetapan harga TBS yang disesuaikan dengan kualitas buah,” kata Herman.





