NARASI POSITIF.com, KALTARA – Komitmen memperjuangkan kesejahteraan masyarakat pesisir kembali ditunjukkan oleh Muhammad Nasir, S.Pi., M.M, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara dari Fraksi PKS. Pada Jumat (3/7/2026), Muhammad Nasir secara langsung menyerahkan bantuan sarana dan prasarana budidaya rumput laut kepada Kelompok Pembudidaya rumput laut (Pokdakan) Anugerah Jaya di Desa Liang Bunyu, Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan.
Bantuan yang diserahkan merupakan bagian dari aspirasi masyarakat yang telah diperjuangkan melalui APBD Provinsi Kalimantan Utara Tahun Anggaran 2026. Adapun bantuan tersebut meliputi tali pondasi, tali cincin, tali bentangan, jaring, serta terpal yang menjadi kebutuhan utama dalam kegiatan budidaya rumput laut.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Hasan Basri, S.Pi., M.Si, selaku Kabid Budidaya dan Penguatan Daya Saing pada Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Provinsi Kalimantan Utara beserta jajaran, Penyuluh Perikanan Lapangan (PPL) Desa Liang Bunyu Hamzah, S.Pi, serta Ketua dan seluruh anggota Pokdakan Anugerah Jaya.
Muhammad Nasir mengatakan bahwa bantuan ini merupakan bukti nyata bahwa aspirasi masyarakat tidak boleh berhenti pada saat reses atau pertemuan saja, tetapi harus diwujudkan menjadi program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Saya bersyukur karena usulan yang disampaikan kelompok pembudidaya rumput laut akhirnya dapat direalisasikan melalui APBD Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2026. Inilah tugas kami sebagai wakil rakyat, memastikan setiap aspirasi yang layak diperjuangkan benar-benar sampai kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Muhammad Nasir, budidaya rumput laut merupakan salah satu tulang punggung perekonomian masyarakat pesisir Pulau Sebatik. Oleh karena itu, pemerintah harus terus hadir memberikan dukungan, baik melalui penyediaan sarana produksi, pendampingan teknis, maupun penguatan akses pasar sehingga kesejahteraan para pembudidaya semakin meningkat. Desa Liang Bunyu sendiri dikenal memiliki potensi besar sebagai sentra budidaya rumput laut, namun masih memerlukan dukungan pemerintah untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing para pembudidaya.
Ia juga menegaskan bahwa pembangunan sektor kelautan dan perikanan harus menjadi salah satu prioritas di wilayah perbatasan. Sebab, sektor tersebut bukan hanya menjadi sumber penghasilan masyarakat, tetapi juga berkontribusi terhadap ketahanan ekonomi daerah.
“Bantuan ini tentu belum menjadi akhir. Saya akan terus mengawal berbagai kebutuhan masyarakat pembudidaya rumput laut, baik terkait sarana produksi, penguatan kelembagaan kelompok, peningkatan kualitas bibit, hingga akses pemasaran hasil panen. Harapan kita, petani rumput laut di Sebatik semakin maju, mandiri, dan memiliki daya saing yang tinggi,” tambahnya.
Sementara itu, Kabid Budidaya dan Penguatan Daya Saing PSDKP Kaltara, Hasan Basri, berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik sehingga mampu meningkatkan produktivitas usaha kelompok.
Ketua Pokdakan Anugerah Jaya mewakili seluruh anggota kelompok menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Muhammad Nasir yang telah mengawal aspirasi mereka hingga terealisasi.
“Kami sangat bersyukur karena kebutuhan yang selama ini kami usulkan akhirnya dapat kami terima. Bantuan ini sangat membantu aktivitas budidaya rumput laut kami. Semoga ke depan perhatian pemerintah terhadap para pembudidaya rumput laut terus meningkat,” ungkapnya.
Kegiatan penyerahan bantuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan diakhiri dengan dialog bersama anggota kelompok mengenai berbagai tantangan yang masih dihadapi para pembudidaya, mulai dari kebutuhan bibit unggul, stabilitas harga, hingga penguatan pemasaran hasil panen.
Melalui penyerahan bantuan tersebut, Muhammad Nasir menegaskan komitmennya untuk terus menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah, sehingga setiap program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya para pembudidaya rumput laut di wilayah perbatasan Kalimantan Utara.





