NARASI POSITIF.com, NUNUKAN – Upaya menjaga kerukunan umat beragama di Kabupaten Nunukan terus diperkuat. Salah satunya melalui rencana pembangunan miniatur rumah ibadah untuk enam agama yang ada di daerah tersebut.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Nunukan, Hasan Basri, mengatakan program ini lahir dari semangat menjaga toleransi, seiring dengan capaian Nunukan yang meraih penghargaan Harmony Award tingkat nasional.
“Harmony Award diberikan sebagai bentuk apresiasi kerukunan umat beragama di Kabupaten Nunukan, kita meraih juara II tingkat nasional, dengan itu, kita terus menggelorakan program-program yang bisa menambah semangat toleransi,” ujarnya, Selasa (14/04/2026).
Ia menjelaskan, salah satu program yang tengah disiapkan adalah pembangunan miniatur rumah ibadah bagi seluruh agama yang ada di Nunukan, keenam agama tersebut nantinya akan memiliki miniatur masing-masing dalam satu kawasan.
“Salah satu yang dibuat dalam waktu dekat ini adalah miniatur rumah ibadah semua agama yang ada di Nunukan, jadi enam agama nanti akan kita buatkan miniatur,” jelasnya.
Pembangunan diawali dari kelompok minoritas sebagai bentuk penghargaan terhadap keberagaman, peletakan batu pertama telah dilakukan untuk miniatur vihara umat Hindu.
“Miniatur pertama sudah dilakukan peletakan batu pertama, yaitu miniatur vihara untuk umat Hindu, kita mulai dari yang minoritas, karena kita menjunjung tinggi perbedaan,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa selama ini umat Hindu di Nunukan belum memiliki rumah ibadah yang layak, sehingga masih beribadah di rumah masing-masing.
“Selama ini umat Hindu di Nunukan belum memiliki rumah ibadah, mereka beribadah hanya di rumah, jadi ini nanti tidak hanya miniatur, tetapi juga bisa menjadi tempat ibadah bagi mereka,” tambahnya.
Selanjutnya, pembangunan akan dilakukan secara bertahap untuk miniatur rumah ibadah agama lainnya, seperti Kristen, Islam, Buddha, Konghucu, dan Katolik.
“Ke depan akan dibangun juga miniatur rumah ibadah Kristen, Islam, Buddha, Konghucu, dan Katolik,” ujarnya.
Selain sebagai tempat ibadah, kawasan ini juga diharapkan menjadi destinasi wisata spiritual yang mencerminkan kerukunan antarumat beragama di Nunukan.
“Harapannya ini bisa menjadi destinasi spiritual, jadi selain berfungsi sebagai tempat ibadah, juga menjadi tempat wisata spiritual, ini menunjukkan bahwa walaupun berbeda keyakinan, kita tetap hidup berdampingan,” jelasnya.
Rencananya, pembangunan miniatur rumah ibadah ini akan dilakukan di area Gedung Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Nunukan.
Meski dapat digunakan untuk beribadah, Hasan Basri menegaskan bahwa fasilitas tersebut tidak diperuntukkan untuk kegiatan ibadah dalam skala besar.
“Karena yang dibangun adalah miniatur, meski bisa digunakan untuk ibadah, tetapi tidak untuk ibadah secara massal,” tutupnya. (Adv)





