Perempuan Pendidik, Aktivis, Profesional, dan Legislator dari Nunukan
NARASI POSITIF.com, NUNUKAN – Ir. Arpiah, ST., M.I.Kom. merupakan salah satu sosok perempuan asal Kabupaten Nunukan yang memiliki perjalanan panjang di bidang pendidikan, organisasi, pemberdayaan masyarakat, serta politik. Perjalanan hidupnya memperlihatkan perpaduan antara latar belakang pendidikan teknik, pengalaman panjang sebagai pendidik dan pengelola sekolah, aktivitas sosial-keagamaan, hingga kiprahnya sebagai anggota legislatif daerah.
Lahir di Nunukan pada 5 September 1980, Arpiah merupakan anak pertama dari tujuh bersaudara, putri pasangan Arifin dan Hj. Muliana. Ia tumbuh dengan prinsip hidup yang sederhana namun kuat, yaitu bahwa “Hidup adalah perjuangan.” Prinsip tersebut menjadi salah satu nilai yang mewarnai perjalanan pendidikan, pekerjaan, organisasi, hingga pengabdiannya kepada masyarakat.
Dalam kehidupan keluarga, Arpiah menikah dengan Herman, SE., yang lahir di Sabbang pada 18 September 1981. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai tiga orang anak, yaitu M. Ziyad Al-Fatih yang lahir pada 23 November 2007, M. Azzam Abdillah yang lahir pada 12 Maret 2010, dan Wafa Adni Zhufairoh yang lahir pada 17 November 2014.
Arpiah berdomisili di Jalan Sei Fatimah RT 21, Nunukan Barat. Di luar aktivitas pekerjaan dan pengabdian, ia memiliki kegemaran membaca serta membangun relasi dan berkenalan dengan banyak orang.
Jejak Pendidikan
Perjalanan pendidikan Arpiah dimulai di SDN 002 Nunukan dan ditempuh pada 1987–1993. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di SMPN 1 Nunukan pada 1993–1996, kemudian SMUN 1 Nunukan pada 1996–1999.
Selepas pendidikan menengah, Arpiah melanjutkan pendidikan tinggi di Jurusan Sipil, Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, pada 1999–2005. Latar belakang teknik sipil tersebut kemudian menjadi salah satu fondasi profesional dalam perjalanan kariernya.
Tidak berhenti pada pendidikan sarjana, Arpiah kembali memperkuat kompetensinya melalui pendidikan lanjutan. Pada 2024–2025, ia mengikuti Program Profesi Insinyur Universitas Hasanuddin.
Pada periode yang sama, ia juga menempuh Program Magister Jurusan Komunikasi Politik, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Fajar Makassar, pada 2024–2025, dan menyandang gelar M.I.Kom.
Perpaduan antara pendidikan teknik, profesi keinsinyuran, dan komunikasi politik memberikan warna tersendiri dalam perjalanan profesional Arpiah. Kompetensi tersebut berpadu dengan pengalaman panjangnya dalam dunia pendidikan, organisasi, dan kehidupan sosial kemasyarakatan.
Memperkuat Kompetensi melalui Pendidikan Nonformal
Selain pendidikan formal, Arpiah juga aktif mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan nonformal, terutama yang berkaitan dengan Al-Qur’an, keislaman, komunikasi, kepemimpinan, serta pengembangan kapasitas pribadi.
Pada April–September 2001, ia mengikuti Pendidikan Tahsinul Qur’an/Qiro’ati di Lembaga Tahsin Qur’an Al-Furqan, Yayasan Muslimah Cendekia Makassar.
Setahun kemudian, ia mengikuti Japanese Short Course Program “Hiragana, Katakana and Daily Conversation” di Hikari Study Club Bahasa Jepang Universitas Hasanuddin pada 1 April–1 Juni 2002.
Pada 2004–2005, Arpiah mengikuti Ma’had Dirosah Islamiyah “ASMA” di Kabupaten Gowa, Makassar.
Kompetensinya di bidang profesional juga diperkuat melalui Sertifikasi Tenaga Ahli (SKA) dari Badan Sertifikasi Asosiasi Pusat ASTTI pada 2009.
Minatnya terhadap pendidikan Al-Qur’an terus dikembangkan. Pada 2018, ia memperoleh Sertifikasi Guru Qur’an Metode Wafa. Kemudian pada Desember 2020 mengikuti Kelas Tashih Qur’an Metode Ilman wa Ruhan.
Pengembangan kemampuan tersebut berlanjut melalui Kelas Tahsin Metode AQU Ruang Sanad pada 2023–2024.
Arpiah juga mendalami berbagai program sanad Al-Qur’an dan qira’at. Pada Februari 2025, ia mengikuti Program Sanad Tilawah Al-Qur’an Qiroat ‘Asim riwayat Hafs dan Syu’bah. Pada Maret 2025, ia mengikuti Program Sanad Qur’an Surah Al-Fatihah 10 Qiroat Sughra di Ruang Sanad.
Pada April 2026, ia mengikuti Qiroat Ibnu Amir riwayat Hisyam dan Ibnu Zakwan. Sebelumnya, pada Juli 2025, ia mengikuti Qiroat Ibnu Katsir riwayat Al-Bazzi dan Qunbul.
Ia juga mengikuti Qiroat Imam Ya’qub Al-Hadrami riwayat Ruways dan Rawh, serta memperoleh gelar nonformal S.QI., C.MQ. dari ASAS Institute Qur’an, Pusat Sertifikasi, Akreditasi, dan Pembinaan Guru Al-Qur’an, pada Maret 2026.
Selain itu, Arpiah mengikuti Kelas Tafsir Juz 30 Ruang Sanad pada Februari–Maret 2026.
Di bidang komunikasi, ia memperkuat kemampuan public speaking melalui berbagai pelatihan. Pada Februari–April 2025, ia mengikuti Pelatihan Public Speaking Kelas Intensif selama tiga bulan bersama Coach Riko Abu Al Fatih.
Pada Mei 2025, ia kembali mengikuti Kelas Public Speaking Intensif selama satu bulan bersama Coach Riko Abu Al Fatih dan tercatat sebagai lulusan terbaik.
Kemudian pada Mei–Juni 2025, Arpiah mengikuti Public Speaking Masterclass yang diselenggarakan PT.
Kamilatih Training Centre. Dalam program tersebut, ia memperoleh gelar nonakademik Certified Public Speaker (C.PS.) dan kembali dinyatakan sebagai lulusan terbaik.
Pengembangan wawasan
kebangsaan juga menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya. Pada 27 Juli–2 Agustus 2026, Arpiah mengikuti Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (PPNK) Angkatan 119 Kolaboratif Lemhannas di Jakarta Pusat.
Mengawali Pengabdian dari Dunia Pendidikan
Dunia pendidikan menjadi salah satu bagian terpenting dalam perjalanan karier Arpiah. Kiprahnya sebagai pendidik dimulai ketika ia menjadi guru di MA Alkhairaat pada 2005–2013.
Di tengah aktivitasnya sebagai pendidik, Arpiah juga memiliki pengalaman profesional di bidang administrasi dan teknik. Pada 2006–2010, ia bekerja sebagai Staf Administrasi dan Teknik di PT. Duta Kaltim Konsulindo.
Pengalaman di bidang pendidikan kemudian semakin berkembang. Pada 2010–2011, ia mengabdi sebagai guru di SDIT Ibnu Sina. Setahun berikutnya, ia dipercaya menjadi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPIT Ibnu Sina pada 2011–2013.
Kemampuan kepemimpinannya di bidang pendidikan kemudian mendapat kepercayaan yang lebih besar. Pada 2013–2019, Arpiah dipercaya sebagai Kepala SMPIT Ibnu Sina.
Pengalaman tersebut berlanjut ketika ia dipercaya memimpin SMAIT Ibnu Sina Boarding School Nunukan sebagai kepala sekolah pada 2019–2024.
Perjalanan di dunia pendidikan juga membawanya mengikuti proses seleksi Kepala Sekolah Penggerak dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada 2021. Pada 2024, ia memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan Guru Penggerak.
Rangkaian pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pendidikan bagi Arpiah bukan sekadar profesi, tetapi juga ruang pengabdian dan pembentukan karakter generasi muda.
Pengalaman Profesional dan Dunia Usaha
Selain pendidikan dan organisasi, Arpiah juga memiliki pengalaman di bidang pengelolaan usaha. Pada 2020–2022, ia dipercaya menjadi Manager WarungKita Ambil Sendiri.
Sejak 2020 hingga sekarang, ia juga menjalankan tanggung jawab sebagai Manager Toko Nunukan Mart.
Pengalaman tersebut melengkapi perjalanan profesional Arpiah yang sebelumnya banyak berkutat di bidang teknik, administrasi, pendidikan, dan organisasi.
Kiprah di Organisasi Sejak Masa Sekolah
Aktivitas organisasi Arpiah telah dimulai sejak masih duduk di bangku sekolah. Pada 1996–1997, ia menjadi anggota Departemen Pendidikan OSIS SMUN 1 Nunukan. Kemudian pada 1997–1998, ia dipercaya menjadi Bendahara Umum OSIS SMUN 1 Nunukan.
Pada periode yang sama, ia juga menjadi Bendahara Pramuka Gudep 91/92.
Memasuki masa awal dewasa, aktivitas sosial dan keagamaannya semakin berkembang. Pada 1998–1999, ia dipercaya sebagai Wakil Ketua IRSU Alhuda.
Ketika melanjutkan pendidikan di Makassar, Arpiah aktif dalam berbagai organisasi mahasiswa dan kegiatan kerohanian. Ia menjadi Anggota Kaderisasi LDK MPM UNHAS pada 2000–2001, Anggota Kaderisasi Mushola Alhamas pada 2001–2002, serta Wakil Koordinator Kajian dan Dakwah LDM Ramsis UH pada 2002–2003.
Ia juga tercatat sebagai anggota Kerohanian HMS FT-UH dan SMFT-UH pada 2002–2003, serta Anggota Kaderisasi KAMMI Komisariat Unhas pada 2002–2003.
Pada 2003–2005, Arpiah dipercaya menjadi Koordinator Departemen Pemberdayaan Perempuan HPMNKT Makassar. Pada periode 2003–2004, ia juga menjadi Anggota Majelis Syuro LDM Ramsis Unhas.
Selanjutnya, pada 2003–2005 ia menjadi Sekretaris Bidang Pembinaan Komisariat KAMMI Daerah Sulawesi Selatan.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Makassar, aktivitas organisasinya tetap berlanjut. Pada 2005–2007, ia menjadi Anggota MPO HPMNKT Makassar. Pada 2006, ia dipercaya sebagai Koordinator Bidang Pelatihan Yayasan Pemuda Al-Kahfi.
Pada tahun yang sama, ia menjadi Sekretaris Bidang Perempuan KMP’99.
Pengabdian dalam Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat
Perhatian Arpiah terhadap pemberdayaan perempuan juga terlihat dari keterlibatannya dalam berbagai organisasi.
Pada 2007–2010, ia dipercaya menjadi Kepala Bidang Kewanitaan DPD PKS Kabupaten Nunukan.
Tanggung jawab tersebut berlanjut pada 2010–2014 sebagai Kepala Bidang Perempuan DPD PKS Kabupaten Nunukan.
Pada 2012–2014, ia juga dipercaya sebagai Wakil Ketua Pokja III PKK Kabupaten Nunukan.
Selanjutnya, pada 2015–2020, Arpiah menjabat sebagai Kepala Bidang Kaderisasi PKS Kabupaten Nunukan.
Pengabdiannya dalam bidang keagamaan dan pembinaan masyarakat diwujudkan melalui pendirian Rumah Qur’an Madani Nunukan pada 18 September 2016.
Selain itu, sejak 2018 hingga sekarang, Arpiah menjadi bagian dari Tim Konselor Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Kabupaten Nunukan dan juga dipercaya sebagai Pembina Majelis Taklim RKI.
Di tingkat provinsi, ia pernah dipercaya sebagai Sekretaris Bidang Kewanitaan DPW PKS Kalimantan Utara periode 2018–2020.
Keterlibatannya dalam pemberdayaan perempuan juga diwujudkan melalui Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) DPC Kabupaten Nunukan.
Pada periode 2016–2021, ia menjabat sebagai Wakil Ketua I KPPI bidang Organisasi dan Diklat. Kemudian pada periode 2021–2026, ia dipercaya sebagai Wakil Ketua IV KPPI bidang Media dan Kampanye.
Pengalaman di Bidang Koperasi dan Kelembagaan
Arpiah juga memiliki pengalaman dalam pengembangan ekonomi kelembagaan masyarakat. Pada 2020–2023, ia dipercaya sebagai Ketua Koperasi Nunukan Berkah Sejahtera (NBS).
Pada periode 2020–2023, ia juga menjalankan amanah sebagai Kepala Bidang Kaderisasi.
Selanjutnya, pada 2023–2025, ia dipercaya menjadi Sekretaris DPD PKS Kabupaten Nunukan.
Di bidang sosial dan pendidikan, Arpiah juga aktif sebagai Pembina Yayasan Rumah Kita Berkah Sejahtera sejak 2024 hingga sekarang.
Sejak 2025, ia menjadi Pembina Yayasan Bestari Madani Nunukan serta dipercaya sebagai Dewan Pakar Yayasan Ibnu Sina Nunukan.
Pada tingkat provinsi, sejak 2025 hingga 2030, Arpiah dipercaya sebagai Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga (Bipeka) DPW PKS Kalimantan Utara.
Sementara itu, pada 2026–2031, ia dipercaya menjadi Dewan Pakar Badan Pengurus Daerah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan Kabupaten Nunukan.
Di bidang alumni dan profesi, Arpiah juga menjadi Anggota Bidang Kerohanian, Pemberdayaan Perempuan dan Sosial Kemasyarakatan Ikatan Alumni (IKA) Teknik Unhas Daerah Kalimantan Utara periode 2023–2027.
Perjalanan Menuju Legislatif
Setelah melalui perjalanan panjang di bidang pendidikan, profesional, organisasi, sosial, dan pemberdayaan masyarakat, Arpiah memasuki ruang pengabdian politik melalui lembaga legislatif.
Pada periode 2024–2029, ia dipercaya menjadi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nunukan, melalui Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
Posisi tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan pengabdiannya. Pengalaman panjang sebagai pendidik, pengelola lembaga pendidikan, aktivis organisasi, penggerak kegiatan sosial-keagamaan, serta pengelola usaha menjadi bekal yang melengkapi kiprahnya di lembaga legislatif.
Dengan latar belakang tersebut, perjalanan Arpiah tidak hanya menggambarkan perpindahan dari satu profesi ke profesi lainnya, tetapi juga memperlihatkan kesinambungan antara pendidikan, pemberdayaan masyarakat, organisasi, dan pelayanan publik.
Deretan Prestasi Sejak Bangku Sekolah
Semangat berprestasi Arpiah telah terlihat sejak usia sekolah.
Pada 26 Agustus 1992, ia mewakili Kecamatan Nunukan dalam Lomba Cerdas Tangkas (LCT) P-4 Daerah Tingkat II Bulungan.
Pada tahun yang sama, ia meraih Juara I Lomba Bidang Studi Matematika tingkat SD se-Kecamatan Nunukan.
Pada 1993, ia kembali menunjukkan prestasi dengan meraih Juara I Lomba Bidang Studi IPA tingkat SMP se-Kecamatan Nunukan.
Pada 27 September 1995, Arpiah meraih Juara III Lomba Cerdas Tangkas (LCT) P-4 tingkat SMTP yang diselenggarakan Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP-7) Daerah Tingkat II Bulungan.
Setahun kemudian, pada 18 September 1996, ia meraih Juara III Lomba Pidato P4 Putri yang diselenggarakan BP-7 Daerah Tingkat II Bulungan.
Pada 8 Oktober 1997, ia kembali meraih prestasi dengan menjadi Juara II Lomba Pidato P-4 tingkat Daerah Tingkat II Bulungan.
Kemampuan berbicara di depan publik juga semakin terlihat ketika pada 18 Januari 1999 ia meraih Juara I Lomba Dakwah kategori wanita yang diselenggarakan Panitia Lomba Adzan dan Dakwah Radio FM Devia 1005,5 MHz bersama Ikatan Remaja Surau Al-Huda Nunukan.
Perjalanan prestasi di bidang pendidikan kemudian berlanjut pada usia profesional. Pada 2021, Arpiah mengikuti seleksi Kepala Sekolah Penggerak dari Kementerian Pendidikan dan kemudian memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan Guru Penggerak pada 2024.
Sosok dengan Perpaduan Pendidikan, Organisasi dan Pengabdian
Jika melihat perjalanan hidupnya secara utuh, Arpiah memiliki pengalaman yang cukup beragam. Ia pernah berada di ruang kelas sebagai guru, memimpin sekolah sebagai kepala sekolah, menjalankan tanggung jawab profesional di bidang administrasi dan teknik, mengelola usaha, aktif dalam organisasi, bergerak di bidang pembinaan Al-Qur’an dan keluarga, serta menjalankan peran di lembaga legislatif.
Latar belakang pendidikan teknik sipil memberikan dasar berpikir yang sistematis dan profesional. Pendidikan magister komunikasi politik memperkuat kapasitasnya dalam memahami komunikasi dan dinamika politik.
Sementara pengalaman panjang di dunia pendidikan dan organisasi membentuk kemampuan kepemimpinan serta pengelolaan sumber daya manusia.
Di sisi lain, aktivitasnya dalam pendidikan Al-Qur’an, pembinaan keluarga, pemberdayaan perempuan, dan kegiatan sosial memperlihatkan perhatian terhadap pembangunan masyarakat yang tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga pendidikan, karakter, keluarga, dan kehidupan sosial.
Kemampuan public speaking yang terus dikembangkan juga menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Sejumlah pelatihan dan sertifikasi yang diikuti menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan kemampuan komunikasi di ruang publik.
Prinsip Hidup
Bagi Arpiah, perjalanan kehidupan merupakan proses yang membutuhkan ketekunan, pembelajaran, dan perjuangan.
Motto “Hidup adalah Perjuangan” menjadi kalimat yang menggambarkan perjalanan panjangnya. Dari seorang pelajar di Nunukan, mahasiswa teknik di Makassar, pendidik, kepala sekolah, pengelola usaha, aktivis organisasi, pembina kegiatan sosial dan keagamaan, hingga dipercaya menjadi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nunukan periode 2024–2029.
Perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa pengabdian dapat dibangun melalui berbagai ruang. Pendidikan menjadi salah satu fondasi, organisasi menjadi tempat belajar kepemimpinan, aktivitas sosial menjadi ruang berinteraksi dengan masyarakat, sementara politik menjadi salah satu jalur untuk memperluas pengabdian melalui kebijakan dan pelayanan publik.
Dengan pengalaman yang panjang dan beragam, Ir. Arpiah, ST., M.I.Kom. menempatkan pendidikan, pengembangan kapasitas diri, pemberdayaan masyarakat, keluarga, serta pengabdian sebagai bagian penting dalam perjalanan hidupnya.





