Simulasi Gempa Bumi Digelar di SD Negeri 003 Lumbis, Siswa Dilatih Tanggap Bencana

oleh
oleh
NARASI POSITIF.com, NUNUKAN — Upaya meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana alam terus dilakukan di lingkungan pendidikan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pos Lumbis menggelar simulasi gempa bumi di SD Negeri 003 Lumbis pada (16/4/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WITA ini melibatkan seluruh siswa, guru, serta staf sekolah. Simulasi dilakukan sebagai bentuk edukasi dini agar warga sekolah memahami langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi gempa bumi.

Dalam kegiatan tersebut, tim BPBD memberikan materi seputar pengertian gempa bumi, penyebab terjadinya gempa, serta tindakan yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah gempa terjadi. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan jalur evakuasi dan titik kumpul yang aman.

There is no gallery selected or the gallery was deleted.

Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi langsung. Saat skenario gempa dimulai, para siswa dengan sigap berlindung di bawah meja. Setelah dinyatakan aman, mereka diarahkan oleh guru untuk keluar kelas secara tertib menuju titik kumpul yang telah ditentukan. Petugas BPBD turut memastikan seluruh peserta berada di area aman.

Kepala sekolah bersama para guru terlihat aktif mendampingi siswa selama simulasi berlangsung. Meski demikian, masih ditemukan beberapa siswa yang panik saat simulasi berlangsung, menjadi catatan penting dalam evaluasi kegiatan.

Komandan Pos BPBD Lumbis, Jamiat, menegaskan pentingnya kegiatan semacam ini dilakukan secara berkelanjutan.

“Simulasi ini sangat penting untuk melatih refleks dan kesiapan anak-anak sejak dini. Kita tidak pernah tahu kapan bencana terjadi, tetapi dengan latihan seperti ini, diharapkan mereka sudah paham apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan diri,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa koordinasi antara pihak sekolah dan BPBD perlu terus ditingkatkan agar penanganan bencana dapat berjalan lebih efektif di masa mendatang.

Dari hasil kegiatan, terlihat adanya peningkatan pemahaman siswa terkait langkah penyelamatan diri serta kemampuan evakuasi yang lebih tertib. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara pihak sekolah dan BPBD dalam upaya mitigasi bencana.

Meskipun terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan sarana dan waktu pelaksanaan, kegiatan berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif bagi seluruh peserta.

Simulasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan sekolah, serta mendorong pelaksanaan kegiatan serupa secara rutin di masa mendatang. (Adv)