NARASI POSITIF.com, NUNUKAN – Bidang Perempuan dan Keluarga (BIPEKA) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kalimantan Utara, bekerjasama dengan DPD PKS Nunukan, menggelar Temu Keluarga Tangguh dengan tema “Membangun Ketahanan Keluarga sebagai Benteng Moral Generasi di Era Digital” di Sekretariat DPD PKS Nunukan, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan tersebut dibuka Ketua DPW PKS Kalimantan Utara, Asep Mahmudin, dan menghadirkan Sekretaris BIPEKA Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS, Iis Istiqomah, sebagai narasumber. Kegiatan juga dihadiri Ketua BIPEKA DPW PKS Kaltara, Arpiah, serta para ibu rumah tangga dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Nunukan.
Asep Mahmudin mengapresiasi BIPEKA DPW PKS Kaltara yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, ketahanan keluarga menjadi hal penting di tengah perkembangan teknologi digital yang memberikan manfaat sekaligus menghadirkan berbagai tantangan.
Ia mengatakan, penggunaan telepon seluler dan media digital dapat menjadi sarana yang positif bagi keluarga, namun juga berpotensi menjadi sumber persoalan apabila tidak digunakan secara bijak.
“Handphone bisa menjadi teman, tetapi juga bisa menjadi musuh. Inilah tantangan kita di era digital. Karena itu, mari kita menguatkan rumah tangga kita. Ibu-ibu menjadi benteng pertama dalam melindungi keluarga,” ujarnya.
Menurut Asep, berbagai persoalan keluarga, kenakalan remaja, hingga pengaruh negatif lingkungan perlu menjadi perhatian bersama. Ia mengajak para ibu untuk memperkuat komunikasi dan ketahanan keluarga agar mampu menghadapi berbagai tantangan tersebut.
Sementara itu, Sekretaris BIPEKA DPP PKS, Iis Istiqomah, mengatakan keluarga membutuhkan visi dan misi sebagaimana sebuah negara memiliki tujuan dalam menjalankan pemerintahan.
Menurutnya, dalam keluarga, suami memiliki peran sebagai pemimpin rumah tangga, istri sebagai pendamping, sementara anak merupakan bagian penting dari keluarga. Karena itu, setiap keluarga perlu menyusun visi dan misi yang disepakati bersama.
“Jarang kita membicarakan visi dan misi keluarga. Padahal, setiap keluarga sebaiknya memiliki visi dan misi agar dapat membangun keluarga yang tangguh dan bermartabat,” katanya.
Iis menilai komunikasi antara suami, istri, dan anak perlu diperkuat agar keluarga tidak mudah dipengaruhi lingkungan maupun pergaulan yang berpotensi membawa dampak negatif.
Ia juga mengingatkan sejumlah tantangan yang saat ini dihadapi keluarga, seperti peredaran narkoba dan perjudian daring yang dapat merusak kehidupan sosial serta ketahanan keluarga.
Hal senada di utarakan, Ketua Departemen Pemberdayaan Ekonomi Keluarga DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Haryekti Rina Wuryandari, dalam paparan materinya dalam kegiatan tersebut, menegaskan pentingnya penguatan ketahanan keluarga melalui pembinaan, peran masyarakat, serta dukungan kebijakan pemerintah.
Menurut Haryekti, ketahanan keluarga tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada keluarga. Berbagai faktor eksternal, termasuk lingkungan sosial dan regulasi, turut memengaruhi kondisi kehidupan rumah tangga.
Ia menilai, keluarga yang telah berupaya mempertahankan keharmonisan dapat menghadapi persoalan ketika terdapat pengaruh atau aturan di luar keluarga yang dinilai tidak sejalan dengan nilai yang dianut keluarga tersebut.
“Ketahanan keluarga itu tidak mampu sepenuhnya dijaga oleh keluarga itu sendiri. Keluarga sudah berusaha mempertahankan, tetapi ternyata aturan di luar membolehkan hal tersebut, maka bisa menjadi pertengkaran di dalam rumah tangga,” ujar Haryekti.
Haryekti mengatakan, PKS berupaya memperkuat ketahanan keluarga melalui berbagai program pembinaan. Upaya tersebut dinilai penting untuk memberikan pemahaman kepada keluarga agar mampu menghadapi berbagai tantangan sosial di tengah perubahan zaman.
Ia juga menekankan pentingnya peran anggota legislatif dan pemimpin daerah dalam menyusun kebijakan yang dinilai dapat melindungi keluarga serta anak.
Menurutnya, regulasi perlu disusun dengan mempertimbangkan nilai agama, Pancasila, dan norma sosial yang berkembang di masyarakat.
“Kita berusaha menyediakan payung hukum, sehingga jika ada yang membuat demikian, ada aturan yang mengaturnya,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Haryekti juga menyampaikan pandangannya mengenai isu pernikahan sesama jenis. Ia menilai pernikahan sesama jenis bertentangan dengan ajaran agama yang dianutnya serta nilai-nilai Pancasila yang menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.
Haryekti turut menyoroti pentingnya perlindungan anak dari segala bentuk kekerasan dan eksploitasi seksual. Menurutnya, persoalan tersebut harus menjadi perhatian bersama antara keluarga, masyarakat, dan negara. Terkait HIV/AIDS, ia mengaitkan persoalan tersebut dengan perilaku seksual berisiko. Karena itu, pencegahan HIV perlu dilakukan melalui edukasi kesehatan dan pengurangan perilaku berisiko tanpa memberikan stigma kepada kelompok tertentu.
Lebih lanjut, Haryekti menegaskan bahwa keluarga merupakan unit terkecil dalam kehidupan sosial, tetapi memiliki peran besar dalam membentuk karakter dan masa depan generasi.
Menurutnya, keluarga akan lebih kuat apabila dipimpin oleh orang tua yang memahami tanggung jawab, mampu memberikan rasa aman dan nyaman, serta memastikan seluruh anggota keluarga mendapatkan pengayoman.
“Keputusan keluarga diambil dalam musyawarah bersama. Kita mari sama-sama menjaga ketahanan keluarga. Negara dan masyarakat harus dilindungi,” pungkasnya.
Ketua BIPEKA DPW PKS Kaltara, Arpiah, mengatakan Temu Keluarga Tangguh bertujuan mengajak para ibu rumah tangga membangun konsep serta visi dan misi dalam kehidupan keluarga.
Menurutnya, keluarga yang memiliki arah dan tujuan yang jelas akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan di era digital dan tidak mudah terjerumus dalam hal-hal negatif.
“Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kehidupan rumah tangga agar tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif. Selain itu, kami juga ingin mendorong keluarga untuk memiliki strategi dalam meningkatkan perekonomian keluarga,” ujar Arpiah.
Selain diskusi mengenai ketahanan keluarga, kegiatan tersebut turut melibatkan pelaku UMKM Nunukan, binaan Rumah Keluarga Indonesia (RKI) melalui bazar di halaman Sekretariat DPD PKS Nunukan. Bazar menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan dan memasarkan produk olahan rumah tangga kepada masyarakat.
Arpiah berharap kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat ketahanan keluarga, tetapi juga memberikan ruang bagi UMKM lokal untuk berkembang sehingga mampu mendukung kemandirian ekonomi keluarga.





