Kegiatan yang diwakili oleh Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan Drs. H. Raden Iwan Kurniawan,. M.AP, juga dihadiri Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Nunukan Arbain, S.Pd, Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Nunukan, Kabid BPBD Kabupaten Nunukan, Kasi Pemberdayaan Dinas Pemadam Kebakaran, Danpos Nasarna Nunukan, Paster Lanal Nunukan, para kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, PMI, Tagana, relawan kebencanaan, serta peserta didik.
Dalam sambutan Bupati Nunukan yang disampaikan oleh Pj. Sekda bahwa Kabupaten Nunukan sebagai daerah kepulauan dan perbatasan memiliki berbagai potensi bencana, mulai dari banjir, angin kencang, tanah longsor, kebakaran hingga gempa bumi.
“Mengingat anak-anak kita menghabiskan sebagian besar waktunya di sekolah, maka sekolah harus menjadi tempat yang paling aman,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan, Sekolah Aman Bencana bukan hanya soal penyediaan jalur evakuasi maupun alat pemadam api ringan (APAR). Lebih dari itu, ini tentang budaya peduli, budaya siaga, dan budaya saling menyelamatkan.
“Melalui kegiatan ini saya ingin menyampaikan beberapa hal penting. Yang pertama, sekolah wajib mamiliki rencana kesiap siagaan. Kedua, para guru dan siswa jadi terlatih. Ketiga, sekolah harus memiliki sarana prasarana yang aman. Bangunan sekolah dicek kekuatannya, tidak ada pohon rawan tumbang di dekat kelas,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ia juga mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui BPBD dan Dinas Pendidikan berkomitmen mendukung.
“Kita akan dorong semua sekolah di Nunukan, khusunya di wilayah rawan bencana, untuk memiliki Tim Siaga Bencana Sekolah dan Pojok Mitigasi,” ungkapnya lagi.
Pada kesempatan itu, Ia mengajak kepala sekolah menjadikan simulasi kebencanaan sebagai agenda rutin yang dilaksanakan sedikitnya setiap enam bulan sekali. Para guru diharapkan mengajarkan anak-anak siaga terhadap bencana dengan cara yang menyenangkan. Dengarkan gurumu, hafalkan jalur evakuasi, dan jadilah duta kebencanaan di sekolah maupun di rumah.
Pada kesempatan itu pula, Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Nunukan Arbain, S.Pd menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Daerah yang sudah mendukung penuh kegiatan yang dilaksanakan oleh SMP Negeri 2 Nunukan ini.
Arbain menyampaikan bahwa, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen sekolah dalam mewujudkan lingkungan belajar yang aman dan tangguh.
“Bagi kami, keberhasilan pendidikan bukan hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan sekolah melindungi seluruh peserta didik dari bebebagai resiko bencana,” ujarnya.
Arbain juga berharap, SMP Negeri 2 Nunukan dapat menjadi contoh praktik baik dalam pengembangan Satuan Pendidikan Aman Bencana di Kabupaten Nunukan sehingga budaya kesiapsiagaan dapat tumbuh di seluruh satuan pendidikan khususnya di Kabupaten Nunukan.
Selain itu, para siswa-siswi dan guru SMP Negeri 2 Nunukan melakukan praktik simulasi bencana gempa bumi dan simulasi penangananan kebakaran yang berjalan dengan baik yang dipandu oleh Tagana dari BPBD Kabupaten Nunukan dan Dinas Pemadam Kebakaran Nunukan, serta PMI Nunukan.(Adv)





