Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera menerjunkan Tim Kaji Cepat untuk melakukan asesmen lapangan sekaligus mengidentifikasi dampak dan potensi longsor susulan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Nunukan, H. Asmar, SE.MAP., mengatakan lokasi longsor berada di kawasan eks Tempat Pembuangan Sampah Sei Fatimah dan jalan masuk menuju SMK.
“Hasil pendataan sementara menunjukkan satu unit rumah warga mengalami kerusakan berat akibat longsor di kawasan eks Tempat Pembuangan Sampah, selain itu, terdapat tiga rumah yang berada dalam kondisi terancam akibat potensi longsor di kawasan jalan masuk SMK, satu rumah lainnya juga mengalami kerusakan ringan setelah tertimpa pohon tumbang,” ujar Asmar, Rabu (5/8/2026).
Selain mengancam permukiman warga, longsor juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur, dinding penahan tanah di sisi kiri dan kanan Siring Sungai Bolong mengalami kerusakan, sementara badan Jalan Sei Fatimah turut terdampak dengan kondisi rusak sedang.
Asmar menjelaskan, BPBD bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) telah bergerak melakukan asesmen di lokasi bencana, membantu proses evakuasi warga, membersihkan material longsor, serta mendata rumah dan fasilitas umum yang terdampak, langkah tersebut dilakukan sebagai penanganan awal agar aktivitas masyarakat dapat segera pulih secara bertahap.
“Berdasarkan hasil kaji cepat, BPBD merekomendasikan percepatan penanganan terhadap fasilitas umum yang mengalami kerusakan, terutama perbaikan dinding penahan tanah di lokasi rawan longsor,” katanya.
Lebih lanjut, Asmar mengatakan BPBD juga mengusulkan penetapan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi di Kecamatan Nunukan dan Kecamatan Nunukan Selatan, usulan tersebut disampaikan mengingat prakiraan BMKG menunjukkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.
“Penetapan status siaga darurat diharapkan dapat mempercepat langkah mitigasi, pengerahan personel, serta penanganan di lapangan apabila terjadi bencana susulan,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Nunukan mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di lereng perbukitan maupun kawasan rawan longsor, agar meningkatkan kewaspadaan selama cuaca ekstrem masih berlangsung.
Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan retakan tanah, pergerakan lereng, atau tanda-tanda longsor lainnya, serta mengikuti informasi resmi yang disampaikan BPBD dan BMKG sebagai langkah antisipasi demi keselamatan bersama. (Adv)





