Buka Puasa Bersama KPPI Nunukan, Arpiah: Momentum Satukan Perjuangan Perempuan Lintas Partai

oleh
oleh

NARASI POSITIF.com, NUNUKAN – Wakil Ketua I DPRD Nunukan, Ir. Arpiah, S.T., M.I.Kom, menilai momentum Ramadan melalui kegiatan buka puasa bersama pengurus Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kabupaten Nunukan menjadi kesempatan penting untuk memperkuat komitmen perjuangan perempuan politik lintas partai. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan buka puasa bersama KPPI yang digelar di Warung Nura, Rabu (4/3/2026).

Arpiah mengatakan, kebersamaan dalam kegiatan tersebut diharapkan mampu menyatukan semangat dan komitmen para perempuan yang aktif di dunia politik untuk terus memperjuangkan kepentingan masyarakat, khususnya perempuan dan anak.

Menurutnya, sebagai bagian dari KPPI, para kader perempuan memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan kebijakan yang benar-benar berpihak kepada perempuan dan anak, tidak hanya sebatas wacana, tetapi juga diwujudkan dalam regulasi serta penganggaran yang nyata.

“Semoga kebersamaan ini menguatkan sinergi kita untuk terus menjadi pelayan rakyat yang amanah, berintegritas, dan solutif,” ujar Arpiah.

Sementara itu, Ketua DPC KPPI Kabupaten Nunukan, Robiyanti, menjelaskan kegiatan buka puasa bersama tersebut mengangkat tema “Menjalin Silaturahmi Menguatkan Kepedulian dan Kebersamaan di Bulan Ramadan.”

Robiyanti mengatakan kegiatan ini dihadiri oleh pengurus KPPI, Dewan Pakar, serta Dewan Pembina. Agenda tersebut juga merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun sebagai sarana mempererat hubungan antar anggota sekaligus memperkuat kebersamaan di bulan suci Ramadan.

Ia menegaskan bahwa KPPI memiliki peran penting sebagai perpanjangan tangan partai politik dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) perempuan agar dapat terlibat langsung dalam dunia politik. Dengan keterlibatan tersebut, perempuan diharapkan mampu mengambil peran strategis dalam proses pengambilan kebijakan pemerintahan dan pembangunan daerah.

Menurutnya, saat ini isu kesetaraan gender semakin menguat. Perempuan dan laki-laki memiliki kesempatan yang sama untuk berkarier di dunia politik. Karena itu, kaum perempuan didorong untuk terus mengembangkan potensi diri, meningkatkan keterampilan, serta memperkuat kapasitas kepemimpinan.

Meski demikian, ia menilai masih ada tantangan dalam keterlibatan perempuan di partai politik. Walaupun secara regulasi telah ada ketentuan kuota keterwakilan perempuan sebesar 30 persen dalam pemilihan umum dan legislatif, implementasinya di lapangan masih sering dianggap sebatas pemenuhan formalitas.

“Karena itu, KPPI hadir untuk menjembatani perempuan agar memiliki ruang yang lebih luas dalam dunia politik. Kami juga mendorong agar ke depan keterwakilan perempuan bisa ditingkatkan hingga 50 persen,” ujarnya.

Melalui kegiatan buka puasa bersama ini, KPPI Nunukan berharap semakin banyak perempuan, termasuk yang berada di wilayah perbatasan, berani mengambil peran aktif dalam politik dan pembangunan daerah. Robiyanti menegaskan bahwa perempuan tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus memiliki kepedulian, mentalitas kuat, serta pemahaman yang baik terhadap dasar-dasar politik di era yang terus berkembang.