NARASI POSITIF.com, NUNUKAN – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Nunukan, Hendrawan, merespons keresahan petani kelapa sawit terkait harga Tandan Buah Segar (TBS) yang dinilai belum stabil dan berdampak pada pendapatan masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Sebuku dan kawasan Kabudaya.
Hendrawan mengatakan pihaknya terus memantau, mengawal, dan memperjuangkan agar harga TBS kelapa sawit kembali berada pada tingkat yang wajar sehingga petani dapat memperoleh pendapatan yang lebih stabil dan berkelanjutan.
“Kami memahami keresahan para petani sawit terhadap kondisi harga TBS yang tidak stabil. Sebagai wakil rakyat, kami terus memantau dan mengawal persoalan ini agar harga TBS kembali normal sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Hendrawan, Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, usaha perkebunan sawit membutuhkan biaya, tenaga, dan kerja keras yang tidak sedikit. Karena itu, perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Nunukan diharapkan dapat memperhatikan kondisi petani dan menerapkan harga sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
“Kami meminta perusahaan untuk mempertimbangkan jerih payah para petani. Proses panen sawit membutuhkan tenaga dan biaya yang besar, sehingga perusahaan harus melaksanakan ketetapan harga yang telah ditetapkan pemerintah daerah dan tidak memainkan harga TBS di tingkat petani,” ujarnya.
Ia menegaskan, kepatuhan terhadap ketentuan harga sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan perusahaan dan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan penghidupan dari sektor perkebunan kelapa sawit.
Lebih lanjut, Hendrawan mengungkapkan bahwa DPRD Nunukan juga telah melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat guna menyampaikan berbagai persoalan ekonomi daerah, termasuk kondisi harga sawit yang dikeluhkan petani.
“Bahkan kami sempat mendatangi salah satu kementerian di Jakarta untuk berkoordinasi terkait perkembangan ekonomi Kabupaten Nunukan, termasuk persoalan harga sawit yang dinilai belum normal. Kami berharap ada perhatian dan solusi agar kondisi ini dapat segera membaik,” katanya.
Hendrawan berharap seluruh pihak, baik pemerintah maupun perusahaan, dapat bersama-sama menjaga stabilitas harga TBS sehingga sektor perkebunan sawit tetap menjadi penopang perekonomian masyarakat di Kabupaten Nunukan.





